Senin, 13 Juni 2011

Warna-warni Hidup

Imperialisme dan Kolonialisme Barat

A.  Pengertian Kolonialisme dan Imperialisme

Imperalisme dan Kolonialisme dalam arti luas penguasaan suatu bangsa terhadap wilayah bangsa lain. Imperialisme adalah paham tentang campur tangan urusan dalam negeri suatu bangsa oleh bangsa lain, dengan maksud untuk mengusainya. Imperialisme berasal dari kata Imperare (Latin) yang artinya menguasai.

Kolonialisme berasal dari Colonus (Latin) yang artinya petani. Pada mulainya petani-petani Romawi berpindah dari daerah asalnya yang tandus ke daerah-daaerah yang lain yang lebih subur, untuk memperoleh kehidupan yang lebih layak. Raja atau penguasa daerah asal petani (Negeri Induk) memandang daerah-daerah yang di diami para petani itu sebagai bagian dari daerah kekuasaannya. Disinilah lahir pengertian koloni sebagai daerah jajahan.

kekuasaan, disegala bidang dengan semboyan”3G” (gold, gospel, dan glori) sedangkan imperialism modern lebih ditekankan kepada keuntungan (ekonomi). Dari daerah yang dikuasainya mereka mendapt keuntungan antaralain bahan baku atau bahan mentah, pemasaran hasil industry sebanyak-banyaknya, juga  sebagai tempat penanaman modal.

Revolusi Industry

Revolusi adalah perubahan, perombakan, pembaharuan, yang berlangsung dengan cepat, mendadak, dan radikal. Biasanya istilah revolusi digunakan dalam bidang kenegaraan atau poliik. Revolusi indistri tidak dapat diketahui dengan pasti kapan di mualinya. Revolusi industri terjadi pada masyarakat yang luas dan tidak disertai dengan perang atau kekerasan, meskipun ada pula korban-korban yang berjatuhan sebagai akibat perubahan tiu.

Revolusi industry adalah perubahan besar-besaran dalam memproduksi barang yang sebelumnya di kerjakan dengan tangan (tenaga manusia), diganti dengan mesin-mesin modern. Revolusi industry mula-mula timbul di Inggris, kemudian menyebar ke seluruh Negara-negara Eropa, dan akhir’ya ke seluruh dunia.











B.  Sebab-sebab terjadinya dan Pengaruh  Revolusi  Industri

a.      Factor kekuasaan atau politik
Kaum imperialis menginginkan kekuasaan atas bangsa lain, mempertinggi prestiseraja (glory). Seoranng raja atau penguasa yang daerah kekuasaannya semakin luas maka akan semakin tinggi prestisenya. Hal ini akan mendorong lahirnya imperialisme politik (polical imperialism).

b.      Factor ekonomi atau kekayaan
Kaum imperialis menginginkan daerah kekuasaan yang seluas-luasnya. Dari daerah-daerah kekuasaan itu di harapkan memperoleh keuntungan yang sebanyak-banyaknya (gold).

c.       Factor ideologi atau agama
Kaum imperialis tidak hanya mencari keuntungan dalam perdagangan, tetapi juga mengemban tugas suci yakni menyiarkan agama yang dianut oleh mereka kepada masyarakat daerah jajahan (gospel).

d.      Factor militer
Kaum imperialis menginginkan adanya suatu daerah tertentu yang dapat digunakan untuk pertahanan atau untuk mengimbangi kekuatan bangsa lain (balance of power).


C.                Pengaruh Kolonialisme dan Imperialisme Barat

a)    Pengaruh kolonialisme dan Imperialisme terhadap perubahan politik

Penjajahan Belanda tidak saja menimbulkan penderitaan dan kemiskinan bagi rakyat, tetapi juga mengakibatkan perubahan dalam bidang politik dan pemerintahan.
Kebebasan para pemimpin bumi putra untuk mengambil keputusan dan menentukan suatu kebijakan, tidak lagi berlaku sejak pemerintahan colonial dimulai. 
Hal ini yang disebabkan pemerintah colonial turut campur tangan dalam hal siapa yang harus memerintah sebagai raja atau sultan, siapa yang harus diangkat sebagai pejabat keraton, patih, dan segala urusan lain kebijakan-kebijakan yang dilakukan oleh pemerintah colonial Belanda menyebabkan runtuhnya kekuasaan politik setempat, merosotnya kehidupan social, ekonomi dan goyahnya budaya dan tradisi. Perubahan-perubahan yang terjadi mengakibatkan timbulnya keresahan, kekecewaan, dan akhirnya kebencian di setiap kalangan, hingga akhirnya menyulut perlawanan di berbagagai Tanah Air.

b)    Pengaruh kolonialisme dan Imperialisme terhadap perubahan Sosial

Perubahan social budaya masyarakat mulai terjadi sejak kedatangan bangsa Portugis. Perubahan ini selain di sebabkan oleh rempah-rempah yang di angkut ke Eropa, juga penyebaran budaya dan agama Kristen Katolik yang sering dilakukan dengan cara-cara paksa. Hal ini tentu saja di tentang oleh masyarakat terutama mereka yang telah memeluk agama Islam namun, demikian pengaruh tetap tejadi, sehingga perubahan sosialpun tak dapat di elakkan. Agama Katolik yang di bawa oleh bangsa Portugis dan Protestan yng di bawa oleh Belanda ke Indonesia, akhirnya di anut pula oleh sebagian masyarakatnya.

c)     Pengaruh kolonialisme dan Imperialisme terhadap perubahan ekonomi

Kedatangan bangsa-bangsa Eropa pada awalnya hanya untuk berdagang. Mereka ingin membeli rempah-rempah dengan harga yang serendah-rendahnya. Lambat laub mereka bukan hanya sekedar berdagang tetapi ingin menjajah. Tujuannya adalah agar mereka dapat memonopoli perdagangan dan secara bebas dapat menetapkan aturan perdagangan dan harga pembelian. System perdagangan semacam ini sebelumnya tidak di kenal oleh masyarakat Indonesia. Biasanya mereka dapat menjual hasil rempah-rempahnya kepada siapa saja yang ingin membelinya dengan harga pantas. Oleh karena itu, system monopoli yang di paksakan oleh kaum pedagang asing kepada para pedagang setempat, menimbulkan kebencian yang kemudian menjurus kea rah permusuhan dan peperangan.

d)    Pengaruh kolonialisme dan Imperialisme terhadap perubahan ideology.

Masuknya imperialisme dan kolonialisme barat juuga membawa pengaruh terhadap ideology masyarakat Indonesia nilai-nilai budaya yang sudah terpatri selama berabad-abad, secara bertahap mengalami perubahan sesuai dengan keinginan imperialism kolonialis. Agama Kristen sering dipaksa kan kepada masyarakat yang telah menganut agama tertentu.

Selama masa pemerintahan belanda masyakat bumiputra berada dikelas terendah di negerinya sendiri, ditempatkan pada urutan terbawah setelah masuk bangsa asing, bangsa kulit putih beranggapan bahwa mereka adalah kelas tertinggi dan berhak menguasai dan menindas bangsa kulit bewarna seperti halnya rakyat Indonesia. Mereka mengingkari nilai hakiki kemanusian yang sebenarnya sama dan sederajat di hadapan Maha PenciptanNya
.

Kolonialisme, Imperialisme, Merkantilisme, Kapitalisme dan Revolusi Industri


A. KOLONIALISME
Persamaan dan Perbedaan Kolonialisme dan Imperialisme
Persamaan dari kolonialisme dan imperialisme adalah
keduanya merupakan penjajahan atau penguasaan terhadap suatu daerah atau suatu bangsa oleh bangsa lainnya.
Perbedaan dari kolonialisme dan imperialisme dilihat dari :
a. Asal Kata
  • Kolonialisme berasal dari kata colonia dalam bahasa latin yang artinya tanah permukiman/ jajahan.
  • Imperialisme berasal dari kata imperator yang artinya memerintah. Atau dari kataimperium yang artinya kerajaan besar dengan memiliki daerah jajahan yang amat luar.
b. Pengertian
§   Kolonialisme adalah suatu sistem dimana suatu negara menguasai rakyat dan sumber daya negara lain tetapi masih tetap berhubungan dengan negeri asal.
§   Imperialisme adalah suatu sistem penjajahan langsung dari suatu negara terhadap negara lainnya.
c. Tujuan Penguasaan Wilayah
oKolonialisme tujuannya untuk menguras sumber-sumber kekayaan daerah koloni demi perkembangan industri dan memenuhi kekayaan negara yang melaksanakan politik kolonial tersebut.
oImperialisme, melakukan penjajahan dengan cara membentuk pemerintahan jajahan dan dengan menanamkan pengaruh pada semua bidang kehidupan di daerah jajahan.
B. IMPERIALISME
Berdasarkan waktu munculnya imperialisme dibagi menjadi 2 yaitu: imperialisme kuno, dan imperialisme modern. Adapun perbedaan dari Imperialisme kuno dan imperialisme modern adalah sebagai berikut:
a. Terjadinya
  • Imperialisme Kuno terjadi sebelum revolusi industri
  • Imperialisme Modern terjadi setelah revolusi industri
b. Segi Kepentingan
  • Imperialisme Kuno, adanya dorongan untuk kepentingan mencari tanah jajahan karena keinginan mencapai kejayaan (glory),memiliki kekayaan (gold), menyebarkan agama (gospel).
  • Imperialisme Modern, adanya dorongan kepentingan ekonomi, keinginan negara penjajah mengembangkan perekonomiannya dan untuk memenuhi kebutuhan industri dimana negara jajahan sebagai sumber penghasil bahan mentah dan tempat pemasaran hasil industri.
c. Contoh negara yang menganut
  • Imperialisme Kuno : Portugis, Spanyol, Romawi
  • Imperialisme Modern : Inggris, Perancis, belanda, Jerman, dan Italia.
Akibat adanya imperialisme :
v     Berkembang penanaman modal di daerah jajahan oleh kaum partikelir/swasta
v     Perdagangan dunia semakin meluas
v     Negara jajahan semakin miskin
v     Rakyat jajahan serta kekurangan karena rakyat dibebankan berbagai macam kewajiban tanpa memiliki hak
v     Kebudayaan penduduk asli digeser dan dipengaruhi oleh kebudayaan bangsa Eropa.
Kolonialisme Barat di Indonesia tidak dapat dilepaskan dengan peristiwa-peristiwa di Eropa pada abad ke-8 sampai dengan abad ke-13. Dan perubahan-perubahan di Eropa membawa pengaruh terhadap dunia timur. Perubahan tersebut diantaranya adalah adanya reformasi Gereja (abad 16-17), Gerakan Merkantilisme, Revolusi Perancis(1789), Revolusi Industri(1780).
C. MERKANTILISME
Pengertian :
Paham yang ditandai dengan adanya campur tangan pemerintah secara ketat dan menyeluruh dalam kehidupan perekonomian guna memupuk kekayaan logam mulia sebanyak-banyakanya sebagai standard dan ukuran kekayaan yang dimiliki, kesejahteraan dan kekuasaan Negara tersebut.
Latar Belakang :
Munculnya Negara-negara merdeka di Eropa (Inggris, Perancis, Jerman, Italia, dan Belanda)
Negara tersebut ingin mempertahankan kedaulatan, kebebasan, dan kesejahteraan rakyatnya.
Diperlukan kondisi perekonomian yang kuat agar tetap mampu bertahan.
Ditetapkan logam mulia sebagai standart ukuran kekayaan suatu Negara.
Dibuka jaringan perdagangan, diadakan pelayaran serta eksplorasi ke wilayah-wilayah baru.
Kebijakan Pelaksanaan dan Perencanaan Ekonomi Merkantilisme :
Ø      Berusaha mendapatkan logam mulia sebanyak-banyaknya
Ø      Meningkatkan perdagangan luar negeri
Ø      Mengembangkan industri berorientasi ekspor
Ø      Meningkatkan pertambahan penduduk sebagai tenaga kerja industri
Ø      Melibatkan Negara sebagai pengawas perekonomian
Ø      Melakukan perlindungan barang dagangan dengan menggunakan bea masuk yang sangat tinggi.
Ø      Meminta bayaran tunai dalam bentuk emas jika suatu Negara mengekspor lebih dari Negara lain.
D. REVOLUSI INDUSTRI
Pengertian :
Perubahan radiakal struktur masyarakat agraris ke industri serta perubahan penggunaan sarana produksi dari tenaga manusia ke tenaga mesin.
Tahapan perkembangan menuju Revolusi Industri :
  1. Industri Rumah Tangga (home industry)
Produksi barang dilakukan di dalam rumah tangga dan bersifat musiman. Proses produksi dilakukan secara manual dan tidak terspesialisasi.
Pekerja ; anggota keluarga sendiri dan untuk pemenuhan kebutuhan sendiri.
  1. Industri Manufaktur
Tersedia tempat kerja untuk kurang lebih 10 orang pekerja di halaman belakang rumah dan dibagian depan dibangun toko untuk menjual hasil industri. Muncul Gilda dan Tengkulak.
  1. Industri Pabrik
Telah mengenal pabrik dengan teknologi mesin industri. Mulai digunakan system ban berjalan. Buruh hanya bekerja membuat hasil industri penjualan diserahkan pada bagian pemasaran.
Latar Belakang Munculnya Revolusi Industri :
  1. Berkembangnya tata kehidupan agraris yang bercorak feodal
  2. Meletusnya Perang Salib (1096-1291) yang menghubungkan antara Negara Eropa dan dunia Timur yang menyebabkan terjalin hubungan dagang antar keduanya.
  3. Munculnya kota-kota dagang di Eropa seperti Florence, Venesia, Genoa, yang diikuti dengan munculnya usaha-usaha industri kecil atau industri Rumah Tangga. Muncul Gilda dan Hnasa
  4. Pesatnya kemajuan ilmu pengetahuan telah melahirkan ilmuwan-ilmuwan besar.
Akibat Revolusi Industri :
  1. Barang-barang konsumsi menjadi berlimpah dan dapat dibeli dengan harga murah sebab dengan mesin industri barang-barang dapat tercetak dengan mudah sehingga harganya lebih murah.
  2. Terjadi urbanisasi karena munculnya kota-kota industri sehingga banyak orang yang bekerja di pabrik dengan upah yang minimum,banyak pengangguran dan kemiskinan sehingga menimbulkan banyak kerusuhan.
  3. Upah kerja yang rendah dengan waktu kerja yang panjang, pemakaian tenaga wanita dan anak-anak, serta fasilitas kerja yang buruk. Hal ini menyebabkan terjadi pemogokan yang disertai kerusuhan dan perusakan.
  4. Terjadinya jurang pemisah antara pengusaha dengan buruh/ pekerja. Dimana pengusaha semakin kaya, sedangkan buruh semakin miskin (terjadi ketimpangan ekonomi)
  5. Hasil industri semakin melimpah sehingga pasar semakin luas. Lalu lintas barang berjalan cepat. Transportasi berkembang pesat baik di darat, laut, maupun udara.
  6. Diperlukan daerah-daerah untuk pemasaran, investasi dan pemasokan bahan mentah bagi industri-industri bangsa-bangsa Eropa untuk melindungi kegiatan ekonominya. Sehingga mulailah kolonialisme oleh bangsa-bangsa Eropa.
Revolusi Sosial
Merupakan proses perubahan struktur social masyarakat kea rah yang lebih baik dan berlangsung secara radikal.
Faktor pendukungnya adalah sebagai berikut :
  1. Urbanisasi besar-besaran ke kota-kota industri sedang perumahan tidak mampu menampung mereka
  2. Kondisi kehidupan kaum buruh yang sangat buruk
  3. Perbedaan tingkat kehidupan kaum kaya dan miskin yang sangat mencolok.
Timbulnya berbagai macam tuntutan perubahan menyebabkan muncul sejumlah undang-undang yang dikeluarkan pemerintah Inggris.
E. KAPITALISME
Pengertian :
Kapitalisme adalah sebuah system ekonomi dimana individu secara privat melakukan kegiatan produksi, pertukaran barang, dan jasa pelayanan melalui sebuah jaringan pasar dan harga yang kompleks
Kapitalisme menurut Karl Marx, adalah sebuah sistem dimana pemilik modal menjadi penentu dari seluruh kebijakan pasar dan harga barang dengan meminimalisir kerugian dan memaksimalkan keuntungan.
Pada abad 18 saat berkembang revolusi industri banyak muncul para pemilik modal yang menguasai peralatan industri, mempekerjakan manusia untuk menjalankan mesin.
Tujuan kapitalisme adalah biaya produksi yang murah dan keuntungan yang tinggi.
Ciri-ciri Kapitalisme :
1.      Modal dan barang-barang yang digunakan sebagai proses produksi dimiliki secara pribadi.
2.      Aktivitas ekonomi secara bebas hanya ditentukan oleh penjualan dan pembelian
3.      Pemilik modal bebas untuk menggunakan cara apa saja untuk meningkatkan keuntungan maksimalnya dengan mendayagunakan sumber daya produksi dan pekerjaannya.
4.      Pengawasan Negara diupayakan seminimal mungkin, Negara sewaktu-waktu dapat mengeluarkan kebijakan yang melindungi lancarnya pelaksanaan dari system kapitalisme
F. Keterkaitan Merkantilisme, Kapitalisme, dan Revolusi Industri
Merkantilisme terjadi ditujukan untuk kepentingan mengembangkan industri di Negara-negara Eropa dimana saat itu Negara-negaraEropa khususnya Inggris sedang mengembangkan Revolusi industri dimana untuk melaksanakan revolusi Industri tersebut bahan baku industri dibutuhkan diusahakan dibeli dengan harga yang semurah-murahnya dan mendapatkan yang sebanyak-banyaknya sehingga dilaksanakan merkantilisme.
Munculnya revolusi Industri membuka peluang bagi para pemilik modal untuk membuka dan memdirikan industri. Mereka semakin berlomba-lomba menanamkan modalnya. Hal ini menyebabkan munculnya kapitalisme, dimana setiap individu yang mempunyai modal mempunyai hak penuh untuk menentukan kegiatan produksinya

Ideologi Islam, Solusi Bukan Ancaman



ilustrasi
Disadari atau tidak, pengertian agama yang dipahami masyarakat luas saat ini adalah agama dalam pengertian Barat yang sekularistik. Agama dalam kamus Barat, hanya menyangkut hubungan privat antara manusia dengan Tuhan, dan tidak berhubungan dengan seluruh aspek kehidupan manusia.
Kalaupun mengatur hubungan antar manusia, agama hanya mengatur pada aspek yang terbatas, misalnya ibadah ritual (worship) dan akhlak (moral), tidak mengatur seluruh aspek kehidupan secara total dan menyeluruh.
Para intelektual Barat, dalam mendefinisikan agama, kadang dipengaruhi oleh latar belakang mereka yang beragama Kristen, di samping tentunya terpengaruh paham sekularisme.
Misalnya, Emile Durkheim dalam bukunya Les Formes Elementaries de La Vie Religiese (Bentuk-bentuk Elementer dalam Kehidupan Beragama), mengatakan: Religion is an interdependant whole composed of belief and rites (faith and practices) related to sacred thing, unites adherents in a single community known as Church. (Agama adalah suatu keseluruhan yang bagian-bagiannya saling bersandar yang satu pada yang lain, terdiri dari kepercayaan dan ritus-ritus (keimanan dan ibadat) yang dihubungkan dengan hal yang suci, dan mengikat pengikutnya dalam suatu masyarakat yang disebut gereja). Definisi Durkheim ini di samping mengartikan unsur agama secara sempit dan sekularistik, yakni hanya terdiri dari keyakinan dan ibadah ritual, juga ternyata sangat dipengaruhi oleh tempat di mana dia hidup, yaitu masyarakat Kristen.
Ketika umat Islam mengambil makna agama yang sekularistik itu, lalu diterapkan pada Islam, yang terjadi adalah reduksi dan distorsi. Akhirnya Islam dipahami seperti agama-agama lainnya yang a-politis dan tidak mampu mengatur kehidupan manusia.
Padahal, sebagai agama sempurna, sesungguhnya Islam telah mengatur seluruh perikehidupan manusia tanpa kecuali. Tak ada satupun persoalan hidup yang terjadi pada manusia, kecuali Islam telah menjelaskan tata aturannya.
Allah SWT berfirman: ”Pada hari ini telah Aku sempurnakan bagi kalian agama kalian…” (QS Al-Maidah: 3). Juga di ayat yang lain Allah berfirman: ”Dan telah Kami turunkan kepadamu (Muhammad) Al-Kitab (Alquran) menjelaskan segala sesuatu.” (QS An Nahl: 89).
Karenanya, jika kita membuka Alquran, akan kita dapati banyak ayat Alquran menerangkan tentang berbagai aspek kehidupan manusia, tidak hanya ibadah dan akhlak.
Dalam bidang ekonomi, misalnya terdapat ayat: ”Allah menghalalkan jual-beli dan mengharamkan riba.” (QS Al Baqarah: 275). Dalam aspek politik/pemerintahan, misalnya terdapat ayat berikut: ”Hai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul-Nya, dan ulil amri di antara kamu. Kemudian jika kamu berlainan pendapat tentang sesuatu, maka kembalikanlah ia kepada Allah (Alquran) dan Rasul (sunnahnya), jika kamu benar-benar beriman kepada Allah dan hari kemudian. Yang demikian itu lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya.” (QS An Nisa: 59).
Dalam masalah sosial kemasyarakatan, misalnya terdapat ayat berikut: ”Hai sekalian manusia, bertakwalah kepada Rabb-mu yang telah menciptakan kamu dari diri yang satu, dan dan daripadanya Allah menciptakan isterinya; dan daripada keduanya Allah memperkembangbiakkan laki-laki dan perempuan yang banyak…” (QS An Nisa: 11).
Tentang strategi militer, misalnya ada ayat: ”Dan siapkanlah untuk menghadapi mereka kekuatan apa saja yang kamu sanggupi dan dari kuda-kuda yang ditambatkan (untuk berperang) yang dengan persiapan itu kamu menggentarkan musuh Allah, musuhmu, dan orang-orang selain mereka yang kamu tidak mengenalnya; sedang Allah mengetahuinya.” (QS Al Anfal: 60).
Mengenai masalah pendidikan/ilmu pengetahuan, misalnya ada ayat berbunyi: ”Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.”(QS Al-Mujaadilah: 11). Mengenai sanksi dan hukuman pidana, misalnya ada ayat: ”Laki-laki yang mencuri dan perempuan yang mencuri, potonglah tangan keduanya (sebagai) pembalasan bagi apa yang mereka kerjakan dan sebagai siksaan dari Allah. Dan Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.” (QS Al Maidah: 38). Itulah sebagian ayat-ayat Alquran yang membuktikan bahwa Islam membahas dan mengatur segala aspek kehidupan manusia.
Ideologi Islam Bukan Ancaman
Mungkin ada yang khawatir ketika Islam dijadikan ideologi, sehingga muncul pertanyaan, apakah ideologi Islam adalah sebuah ancaman? Jawabannya sangat tergantung dari cara pandang ideologis yang digunakan.
Cara pandang ideologis, adalah cara pandang terhadap suatu fakta berdasarkan keyakinan tertentu pada sebuah ideologi. Menurut cara pandang ideologi kapitalisme, Islam ideologi jelas merupakan ancaman baginya. Sebab, metode penerapan ideologi Kapitalisme adalah dengan Isti’mar (penjajahan/imperialisme).
Sementara itu ideologi Islam anti imperialisme. Jadi Islam adalah ancaman bagi mereka yang menebarkan penjajahan dan kezaliman di atas muka bumi. Tapi bagi umat manusia secara keseluruhan Islam adalah sebuah harapan, solusi atas berbagai problematika umat manusia.
Justru kapitalisme yang diterapkan saat ini bukan sekadar menjadi ancaman, tapi sudah menjadi bahaya nyata yang menyengsarakan umat manusia. Kemiskinan, kelaparan, kerusakan moral, kerusakan lingkungan dll adalah bukti nyata bahaya ideologi kapitalisme.
Jadi, dengan kata ideologi Islam, sebenarnya dimaksudkan agar Islam kembali menempati posisinya yang layak yang telah ditetapkan Allah baginya. Yaitu sebagai penuntun dan pengatur segala urusan hidup manusia secara utuh dan menyeluruh (kaaffah). Agar manusia meraih kebahagiaan di dunia dan di akhirat. Insya Allah. ***


OLEH: Muhammadun
Komisi Ukhuwah Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Riau

  1. Sebenarnya bukan Islam yang diincar, tapi kekayaan alam di bawah kaki orang Islam


welcom