Selasa, 07 Februari 2012

Jika Allah SWT Menarik Perhatian Kita

Dikisahkan, seorang mandor bangunan yang sedang bekerja di sebuah gedung bertingkat, suatu ketika ia ingin menyampaikan pesan penting kepada tukang yang sedang bekerja di lantai bawahnya. Mandor ini berteriak-teriak memanggil seorang tukang bangunan yang sedang bekerja di lantai bawahnya, agar mau mendongak ke atas sehingga ia dapat menjatuhkan catatan pesan. Karena suara mesin-mesin dan pekerjaan yang bising, tukang yang sedang bekerja di lantai bawahnya tidak dapat mendengar panggilan dari sang Mandor. Meskipun sudah berusaha berteriak lebih keras lagi, usaha sang mandor tetaplah sia-sia saja.

Akhirnya untuk menarik perhatian, mandor ini mempunyai ide melemparkan koin uang logam yang ada di kantong celananya ke depan seorang tukang yang sedang bekerja di lantai bawahnya. Tukang yang bekerja dibawahnya begitu melihat koin uang di depannya, berhenti bekerja sejenak kemudian mengambil uang logam itu, lalu melanjutkan pekerjaannya kembali. Beberapa kali mandor itu mencoba melemparkan uang logam, tetapi tetap tidak berhasil membuat pekerja yang ada di bawahnya untuk mau mendongak keatas.

Tiba-tiba mandor itu mendapatkan ide lain, ia kemudian mengambil batu kecil yang ada di depannya dan melemparkannya tepat mengenai seorang pekerja yang ada dibawahnya. Karena merasa sakit kejatuhan batu, pekerja itu mendongak ke atas mencari siapa yang melempar batu itu. Kini sang mandor dapat menyampaikan pesan penting dengan menjatuhkan catatan pesan dan diterima oleh pekerja dilantai bawahnya.

Sahabat yang baik, untuk menarik perhatian kita manusia sebagai hambaNya, Allah seringkali menggunakan cara-cara yang menyenangkan, maupun kadangkala dengan pengalaman-pengalam an yang menyakitkan. Allah seringkali menjatuhkan “koin uang” atau memberikan kemudahan rejeki yang berlimpah kepada kita manusia, agar mau mendongak keatas, mengingatNya, menyembah-Nya, mengakui kebesaran-Nya dan lebih banyak bersyukur atas rahmat-Nya. Tuhan seringkali memberikan begitu banyak berkat, rahmat dan kenikmatan setiap harinya kepada kita manusia, agar kita mau menengadah kepada-Nya dan bersyukur atas karunia-Nya. Namun, sayangnya seringkali hal itu tidak cukup membuat kita manusia untuk mau mendongak keatas, mengingat kebesaran-Nya, menengadah kepada-Nya, mengagungkan nama-Nya dan bersyukur atas rahmat-Nya.

Karena itu, kadang-kadang Tuhan menggunakan pengalaman-pengalam an menyakitkan, seperti musibah, kegagalan, rasa sakit, kelaparan dan berbagai pengalaman menyakitkan lainnya untuk menarik perhatian manusia agar mau mendongak keatas. Menarik perhatian untuk mau menengadah kepada-Nya, menyembah kepada-Nya, mengakui kebesaran-Nya dan bersyukur atas rahmat-Nya. Dengan demikian, pengalaman-pengalam an menyakitkan yang kadang kala diterima manusia, hendaknya diterima sebagai peringatan dari Tuhan untuk menarik perhatian kita. Hendaknya hal itu membuat kita semakin mempererat hubungan dengan Allah atau “habl min Allah.” Hendaknya hal itu mengajarkan kita untuk mengakui kebesaran dan kekuasaan Allah, dan menyadarkan kita adalah makhluk-Nya yang sangat lemah dan tidak berdaya.

Sahabat yang baik, sudah begitu banyaknya rahmat dan berkah Allah senantiasa mengalir setiap detiknya kepada kita semua manusia. Seperti memiliki pekerjaan yang baik, memiliki kesehatan yang kita rasakan, kelengkapan panca indra yang menopang kehidupan kita, mendapatkan rejeki yang kita nikmati setiap hari, keluarga yang bahagia yang kita miliki dan lain sebagainya.

Semua itu sesungguhnya adalah rahmat dan berkah dari Allah SWT yang tak ternilai harganya. Kini apakah Anda akan segera menengadahkan wajah kepada-Nya, ataukah menunggu Allah menjatuhkan “batu” kepada kita?

Berpuasa dengan cinta

Fungsi bendungan bukan sekedar sebagai penahan air sungai, melainkan sebagai penyimpan dan kemudian menyalurkan pada beberapa irigasi di berbagai lahan pertanian disamping itu juga bendungan berfungsi sebagai motor penggerak yang digunakan untuk pembangkit tenaga listrik seperti yang terdapat pada waduk jatiluhur. Begitupun dengan puasa bukanlah sarana untuk menahan hawa nafsu, karena sebuah tahanan mempunyai masa berlaku dan selama menahan maka akan terjadi proses akumulasi jumlah tahanan.

Seseorang yang menahan rasa lapar pada saat puasa akan mengalami lonjakan ketika berbuka. Sebenarnya yang kita butuhkan adalah pengendalian dan bukan penahanan dan puncak pengendalian ada pada saat berbuka sebagai contoh ketika hendak berbuka maka akan muncul berbagai keinginan untuk menyediakan menu berbuka maka mengendalikan segala keinginan tersebut dan berbuka dengan menu alakadarnya misalnya dengan hanya dua butir kurma dan air putih hangat adalah puncak sebuah pengendalian dalam berpuasa lapar pada hari itu ( pembahasan belum masuk pada nafsu lain )

Kita masih ingat kalau orang dulu sering berkata ” jangan bengong loh nanti kesambet ” , artinya kita dilarang berfikiran kosong atau melamun karena hal itu mengundang hawa negatif ke dalam tubuh. Mengosongkan fikiran dari hal-hal membangkitkan hawa nafsu tidak akan bisa bertahan lama dan untuk itu di butuhkan dorongan dari dalam yang ketika mata kita atau telinga kita atau mulut kita tidak bisa menahan maka sesuatu dari dalam akan datang untuk membendung, dan sesuatu itu bernama Dzikrullah

Berkali-kali Allah menegaskan bahwa kita tidak akan sanggup membersihkan hati (QS 4:49 ) disusul dengan (QS 24:21) tetapi Allah lah yang akan membantu membersihkan hati kita dan hal itu sulit terjadi jika kita jarang mengangungkan asmaNya (dzikir). Sehebat apapun usaha kita dalam menjaga hati tidak akan bisa menahan badai godaan yang datang dari luar. Setinggi apapun ilmu kita tidak akan sanggup menahan realitas tuntutan hidup yang terus merongrong karena jika kita perhatikan para koruptor adalah orang-orang berilmu dan juga banyak para pemimpin yang haus kekuasaan adalah ahli-ahli agama.

Kita tidak bisa menampik pahala yang dijanjikan oleh Allah terhadap apapun ibadah yang kita lakukan, namun beribadah hanya karena pahala terlalu naif tanpa cinta kepada sang Pemberi pahala. Satu-satunya yang bisa mengalahkan materi adalah cinta, bisa kita saksikan pengorbanan seorang ibu kepada anaknya, bisa kita dengar banyak yang rela mati demi yang dicintainya bahkan kata-kata melangkolis ” gunung kan kudaki lautan kusebrangi demi cintaku padamu” menunjukan kehebatan sebuah cinta, dan ada juga yang mengatakan bahwa cinta itu buta yang tidak memandang materi.

Jika pahala dan dosa adalah sebuah materi yang tidak berwujud maka jelaslah dia selalu terkalahkan dengan materi yang berwujud apalagi jika materi tersebut diiringi dengan keluhan istri, tangisan anak, bujukan atasan , sanjungan bawahan , maka segala cerita bisa berubah seketika, lalu apa yang bisa mengalahkannya? tidak lain adalah cinta dan dengan hanya mengaharap cinta Allah (ridho Allah).untuk itu mari kita memulai niat untuk beribadah “Innas sholati wa nusuki wamahyaya wamamati lillahi rabbil ‘alamin”

Di Syurga bersama Rasulullah

Ada seorang sahabat dari kaum Anshar, orangnya ceria, ke mana Rasulullah SAW pergi beliau mendampingi, karena keceriannya banyak orang yang menyenangi beliau. Tetapi pada suatu hari, beliau Nampak murung dan bersedih, hingga Rasulullah SAW menegur beliau : ‘wahai sahabatku, kenapa engkau Nampak sedih ?’ ‘Apa yang engkau pikirkan ?’. Sambil menangis sang sahabat menjawab: ‘Ya rasulullah aku sesungguhnya sekarang ini sangat bahagia, karena ke mana engkau pergi aku selalu berada di dekatmu, yang membuatku sedih, aku memikirkan nanti di akhirat Ya Rasulullah. Aku belum tentu masuk syurga, seandainya aku masuk syurga tentu tempat berbeda dengan tempatmu’.

Rasulullah SAW tidak menjawab, terdiam, karena beliau tahu syurga dan neraka bukanlah wewenangnya….Allah SWT menjawab dengan menurunkan Surah An Nisa ayat 69:
“Dan barang siapa yang menaati Allah dan Rasul (Nya), mereka itu akan bersama-sama dengan orang-orang yang dianugerahi nikmat oleh Allah, yaitu: Nabi-nabi, para shiddiiqiin, orang-orang yang mati syahid dan orang-orang saleh. Dan mereka itulah teman yang sebaik-baiknya (4: 69)”.

Mendengar ayat ini sang sahabat pun tersenyum, mukanya kembali ceria……

8 Tips Sambut Ramadhan

Ramadhan yang penuh kelimpahan kebaikan dan keutamaan, akan dapat dirasakan dan diraih ketika ilmu tentang Ramadhan dipahami dengan baik.

Bayangkan, para generasi awal Islam sangat merindukan bertemu dengan bulan suci ini. Mereka berdo’a selama enam bulan sebelum kedatangannya agar mereka dipanjangkan umurnya sehingga bertemu dengan Ramadhan. Saat Ramadhan tiba, mereka sungguh-sungguh meraih kebaikan dan keuataman Ramadhan. Dan ketika mereka berpisah dengan Ramadhan, mereka berdo’a selama enam bulan setelahnya, agar kesungguhannya diterima Allah swt. Kerinduan itu ada pada diri mereka, karena mereka sadar dan paham betul keutamaan dan keistimewaan Ramadhan.

Bagaimana menyambut bulan Ramadhan? Berikut kami hadirkan “8 Tips Sambut Ramadhan” :

1. Berdoa agar Allah swt. memberikan umur panjang kepada kita sehingga kita berjumpa dengan bulan Ramadhan dalam keadaan sehat. Dengan keadaan sehat, kita bisa melaksanakan ibadah secara maksimal: Puasa, shalat, tilawah, dan dzikir. Dari Anas bin Malik r.a. berkata, bahwa Rasulullah saw. apabila masuk bulan Rajab selalu berdoa, ”Allahuma bariklana fii rajab wa sya’ban, wa balighna ramadan. Ya Allah, berkahilah kami pada bulan Rajab dan Sya’ban, dan sampaikan kami ke bulan Ramadan.” (HR. Ahmad dan Tabrani)

2. Pujilah Allah swt. karena Ramadhan telah diberikan kembali kepada kita. Imam An Nawawi dalam kitab Adzkar-nya berkata: ”Dianjurkan bagi setiap orang yang mendapatkan kebaikan dan diangkat dari dirinya keburukan untuk bersujud kepada Allah sebagai tanda syukur; dan memuji Allah dengan pujian yang sesuai dengan keagungannya.” Dan di antara nikmat terbesar yang diberikan Allah swt. kepada seorang hamba adalah ketika dia diberikan kemampuan untuk melakukan ibadah dan ketaatan.

3. Bergembira dengan datangannya bulan Ramadhan. Rasulullah saw. selalu memberikan kabar gembira kepada para sahabatnya setiap kali datang bulan Ramadhan: “Telah datang kepada kalian bulan Ramadhan, bulan yang penuh berkah. Allah telah mewajibkan kepada kalian untuk berpuasa. Pada bulan itu Allah membuka pintu-pintu surga dan menutup pintu-pintu neraka.” (HR. Ahmad).

4. Rencanakan agenda kegiatan harian untuk mendapatkan manfaat sebesar mungkin dari bulan Ramadhan. Ramadhan sangat singkat, karena itu, isi setiap detiknya dengan amalan yang berharga, yang bisa membersihkan diri, dan mendekatkan diri kepada Allah swt.

5. Kuatkan azam, bulatkan tekad untuk mengisi waktu-waktu Ramadhan dengan ketaatan. Barangsiapa jujur kepada Allah swt., maka Allah swt. akan membantunya dalam melaksanakan agenda-agendanya dan memudahnya melaksanakan aktifitas-aktifitas kebaikan. “Tetapi jikalau mereka benar terhadap Allah, niscaya yang demikian itu lebih baik bagi mereka.” Muhamad:21.

6. Pahami fiqh Ramadhan. Setiap mukmin wajib hukumnya beribadah dengan dilandasi ilmu. Kita wajib mengetahui ilmu dan hukum berpuasa sebelum Ramadhan datang agar amaliyah Ramadhan kita benar dan diterima oleh Allah swt. “Tanyakanlah kepada orang-orang yang berilmu, jika kamu tiada mengetahu.” Al-Anbiyaa’ ayat 7.

7. Kondisikan qalbu dan ruhiyah kita dengan bacaan yang mendukung proses tadzkiyatun-nafs –pemberishan jiwa-. Hadiri majelis ilmu yang membahas tentang keutamaan, hukum, dan hikmah puasa. Sehingga secara mental, dan jiwa kita siap untuk melaksanakan ketaatan kepada Allah swt. di bulan Ramadhan.

8. Tinggalkan dosa dan maksiat. Isi Ramadhan dengan membuka lembaran baru yang bersih. Lembaran baru kepada Allah, dengan taubat yang sebenarnya taubatan nashuha. “Dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah, hai orang-orang yang beriman, supaya kamu beruntung.” An-Nur:31. Lembaran baru kep`da Muhammad saw., dengan menjalankan sunnah-sunnahnya dan melanjutkan risalah dakwahnya. Kepada orang tua, istri-anak, dan karib kerabat, dengan mempererat hubungan silaturrahim. Kepada masyarakat, dengan menjadi orang yang paling bermanfaat bagi mereka. Sebab, “Manusia yang paling baik adalah yang paling bermanfaat bagi orang lain.”

Semoga Allah swt. memanjangkan umur kita sehingga berjumpa dengan Ramadhan. Dan selamat meraih kebaikan-kebaikannya. Amin ya Rabbana. Allahu a’lam. (dakwatuna)

Sabar dalam syukur

Bersabar dalam rasa syukur atau bersyukur dalam kesabaran ? apapun jawabannya kedua entitas tersebut merupakan pokok keimanan. Iman terbagi menjadi dua, separuh dalam sabar dan separuh dalam syukur. (HR. Al-Baihaqi)

Bersyukur atas nikmat Allah mempunyai cakupan yang sangat luas baik yang telah ada pada diri kita maupun yang akan datang kepada diri kita. Didalam khutbah sering kali khotib mengajak kita bersyukur atas nikmat Islam , nikmat iman dan berbagai kenikmatan yang lainnya salah satunya seperti kesehatan.

Bersyukur bisa kita lakukan lewat perbuatan dan perkataan, dan bersyukur lewat perbuatan dibagi menjadi dua yaitu bersyukur terhadap apa yang telah kita miliki untuk digunakan pada diri sendiri dan bersyukur terhadap apa yang telah kita miliki untuk digunakan bagi kebutuhan orang lain.

Bersabar dalam rasa syukur adalah syukur utuk diri sendiri dan hal ini bisa kita manifestasikan dalam syukur panca indera seperti bersyukur karena telah memiliki mata maka kita bersabar dalam melihat yang bukan hak kita, bersyukur karena telah memiliki mulut maka kita bersabar dalam berbicara yang tidak bermanfaat bahkan menimbulkan fitnah, bersyukur karena memiliki telinga berarti kita dituntut untuk bersabar dalam mendengarkan keluhan oranglain dan menahan diri dari mendengar ghibah dan seterusnya. Seperti firman Allah ” Dan Dialah yang telah menciptakan bagi kamu sekalian, pendengaran, penglihatan dan hati. Amat sedikitlah kamu bersyukur “(Al Mu’minuun :78) hal senada terdapat pada surat (Al Mulk :23)

Bersyukur dalam kesabaran adalah wujud terimakasih kita kepada Allah bahwa kita di beri nikmat sabar, yaitu sabar dalam memberikan pertolongan kapada orang lain. “Yang paling pandai bersyukur kepada Allah adalah orang yang paling pandai bersyukur kepada manusia”. (HR. Ath-Thabrani) , karena pada hakekatnya rasa sabar juga pemberian dari Allah Subhanahu Wa Ta’ala yang disusupkan lewat hati orang yang di pilihNya.

Selama ini kita mempersepsikan energi sabar dan syukur sebagai energi diam (kepasrahan) padahal tidaklah demikian, didalam satu hadist Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wassallam menerangkan “Dua hal apabila dimiliki oleh seseorang dia dicatat oleh Allah sebagai orang yang bersyukur dan sabar. Dalam urusan agama (ilmu dan ibadah) dia melihat kepada yang lebih tinggi lalu meniru dan mencontohnya. Dalam urusan dunia dia melihat kepada yang lebih bawah, lalu bersyukur kepada Allah bahwa dia masih diberi kelebihan”. (HR. Tirmidzi) artinya bersabar adalah pergerakan menuju ridho Allah lewat usaha maksimal dalam urusan akherat dan berusaha menekan lonjakan nafsu duniawi lewat syukur.

Kejujuran Membawa Berkah

Di sebuah wilayah kerajaan nun jauh di sana. Hiduplah dua orang yang saling bersahabat sejak lama. Mereka adalah Abdullah dan Abdurrahman. Abdullah seorang petani yang telah terbiasa bekerja keras. Sedangkan Abdurrahman seorang pedagang yang rajin. Jika Abdullah sedang dalam kesulitan, Abdurrahman selalu membantunya. Begitupula sebaliknya, jika Abdurrahman sedang mendapat masalah, Abdullah pasti akan membantu. Kedua sahabat itu sangat rukun.

Abdullah mempunyai seorang anak perempuan bernama Siti. Anak perempuannya itu senang membantu pekerjaan sang ayah. Selain itu ia juga rajin dan taat beribadah. Sedangkan Abdurrahman memiliki anak laki-laki bernama Naufal, yang juga rajin membantu ayahnya berdagang. Sebagai sahabat karib, keduanya seringkali berkunjung satu sama lain dengan mengajak anak-anak mereka.

Image

Pada suatu hari Abdullah berkunjung ke rumah Abdurrahman. Ia berniat ingin memperluas lahan pertaniannya. Disampaikanlah niat itu kepada sahabatnya
“Abdurrahman sahabatku.. Aku baru saja selesai panen dan Alhamdulillah aku mendapat keuntungan yang sangat besar dari hasil panenku. Sekarang aku berniat untuk menambah lagi lahan pertanianku. Apakah kau punya pandangan lahan yang dijual di daerah sekitar sini?”
Abdurrahman diam sejenak. Ia berpikir.. “Hmm.. Abdullah adalah sahabatku, ini adalah kesempatan untuk membantunya”
“Abdullah.. Bagaimana jika lahanku saja.. Kebetulan aku ada sedikit lahan peninggalan orang tua. Lagipula lahan itu tidak ada yang mengelola karena aku sibuk berdagang. Kau bisa membelinya dengan harga yang pantas”.
“Ohya? Alhamdulillah. . Kau baik sekali, sahabatku. Namun tentunya aku ingin melihatnya lebih dulu, kalau cocok barulah kita bicarakan soal harga”.

Kemudian mereka bersama-sama menuju ke tempat lahan Abdurrahman yang akan dijual.
“Abdullah.. Inilah lahan yang aku maksud”
“Wah! Lahan ini bagus sekali untuk pertanian. Apakah kau akan menjualnya semua?”.
“Aku akan jual semua untukmu, Abdullah”
“Baiklah, kalau begitu aku akan bayar sesuai dengan harga yang kau minta”

Abdullah pulang dengan hati gembira karena telah mendapatkan lahan pertanian yang baru. Sesampai di rumah ia pun bercerita kepada Siti, anak perempuannya, bahwa ia baru saja membeli lahan yang bagus dari sahabatnya.
“Anakku.. Ayo kita pergi ke kota untuk mencari bibit tanaman dan beberapa alat pertanian. Sebagian alat-alat pertanian kita sudah waktunya diganti yang baru”.
“Baik ayah.. Aku bersiap-siap dulu”

Keesokan harinya mulailah Abdullah dan Siti menggarap lahan yang baru itu. Mereka bekerja keras tak kenal lelah. Abdullah terus mencangkul tanah dari ujung batas lahan sebelah barat sampai ujung batas sebelah timur. Sementara Siti membantu mencabuti rumput dan menyiapkan makanan untuk ayahnya.

Pada saat Abdullah asyik mengayunkan cangkulnya, tiba-tiba TING!! Terdengar suara nyaring dari ujung cangkulnya. Ia coba sekali lagi mengayunkan cangkulnya, dan.. TING!!, kembali cangkulnya menatap sebuah benda keras.
“Hai! Siti! Coba kemari.. Ayah menemukan sesuatu!”
Siti datang menghampiri ayahnya.
“Ayah! Ayo kita lihat. Benda apa yang ada di bawah sana”
Mereka bersama-sama menggali tanah. Dan.. Betapa kaget mereka demi melihat apa yang mereka temukan.
“Hahh?! Bokor emas!!” teriak mereka serentak.
Mereka menemukan sebuah bokor emas sebesar buah kelapa dengan cahaya berkilauan.

Image

Siti memungut benda itu dan membersihkannya dari tanah yang masih melekat.
“Waah… Indah sekali Ayah. Pasti harganya sangat mahal! Kita beruntung, Ayah!”
“Tidak! Tidak Anakku! Benda itu bukan milik kita. Kita tidak berhak memilikinya. Ayah hanya membeli lahan ini, bukan isinya. Ayah harus mengembalikan benda ini kepada pemiliknya, Abdurrahman sahabat Ayah”

Abdullah pun bergegas pergi ke rumah sahabatnya dengan membawa bokor emas yang baru saja ia temukan. Sesampai di rumah Abdurrahman. .
“Abdurrahman sahabatku, aku temukan benda ini di dalam lahan yang aku beli darimu. Aku tidak berhak memilikinya. Karena aku membayarmu hanya untuk sebidang lahan dan bukan isinya”
“Maaf Abdullah, aku tidak bisa menerima ini. Karena aku menjual lahan itu, tentu saja beserta isinya, jadi itu jelas bukan milikku. Tetapi milikmu”.
“Aku juga tidak bisa menerima ini, Abdurrahman. Aku takut kepada Allah jika mengambil sesuatu yang bukan hakku..”
“Aku pun demikian, Abdullah. Celakalah diriku jika memiliki sesuatu yang bukan hakku”

Mereka bingung harus bagaimana. Sesaat mereka terdiam, lalu salah satu diantara mereka mengusulkan,
“Bagaimana kalau persoalan ini kita laporkan kepada pak Kyai? Agar beliau yang memutuskan semuanya. Dan… Apapun keputusan beliau kita harus menerimanya”
Keduanya sepakat dan sama-sama berangkat menuju rumah pak Kyai.

Sesampai di rumah pak Kyai kedua sahabat itu menyampaikan permasalahan mereka. Pak Kyai berpikir sejenak, lalu mengajukan pertanyaan kepada mereka.
“Abdurrahman. .. Apakah kau mempunyai seorang anak?”
“Iya pak Kyai. Saya punya seorang anak laki-laki”.
“Hmm… Baik. Apakah anakmu itu sudah cukup dewasa untuk menikah?
“Sudah pak Kyai. Anak saya berumur 26 tahun”.
“Bagus”

“Tuan Abdullah.. Apakah kau mempunyai seorang anak?”
“Iya pak Kyai. Siti adalah anak perempuan saya satu-satunya”
“Berapa usia anakmu?”
“Emm.. Bulan depan, 21 tahun pak Kyai”
“Baiklah… Abdurrahman dan Abdullah.. Tanyakan kepada anak kalian masing-masing, apakah mereka mau dijodohkan. Jika mereka mau, juallah bokor emas itu. Lalu uang hasil penjualannya kalian gunakan untuk membiayai pesta pernikahan anak-anak kalian. Bagaimana?”.

Abdurrahman dan Abdullah saling pandang dengan wajah berseri-seri. Lalu keduanya menganggukkan kepala. Keputusan pak Kyai telah membuat mereka bernafas lega.
“Alhamdulillah. . ini adalah keputusan yang sangat adil”
“Iya.. Kita telah mendapatkan jalan keluar atas permasalahan kita”
“Abdurrahman sahabatku.. Kita benar-benar akan menjadi saudara..!”
“Abdullah.. Kau akan menjadi mertua anakku! Hahaha…!
Kedua sahabat karib itu pulang dari rumah pak Kyai dengan perasaan suka cita. Namun tiba-tiba keduanya terdiam. Ada sesuatu yang mereka lupakan…
“Abdurrahman. . Kenapa kita terlalu bergembira.. ? Kau kan belum bertanya kepada anakmu, apakah dia mau menikah dengan anakku?”
“Benar Abdullah.. Jangan-jangan anakmu juga tidak mau menikah dengan anakku!”
Mereka kembali terdiam. Pikiran mereka berkecamuk. Mereka kuatir anak-anak mereka menolak dijodohkan. Kalau sampai itu terjadi berarti persoalan bokor emas itu akan muncul kembali. Akhirnya mereka sepakat untuk mengumpulkan anak-anak mereka dan menyampaikan maksud mereka sesuai dengan petunjuk dan nasehat pak Kyai.

Keesokan harinya Abdurrahman mengajak Naufal anaknya berkunjung ke rumah Abdullah. Sementara Abdullah dan Siti sudah menunggu kedatangan mereka. Dengan sangat hati-hati mereka menyampaikan maksud dan tujuan pertemuan mereka hari itu. Lalu diakhir kalimat mereka, mereka bertanya kepada anak-anaknya. .
“Bagaimana anakku? Apakah kalian mau dijodohkan?”
Sejenak Naufal dan Siti saling memandang. Sementara ayah mereka menunggu jawaban dengan hati berdebar. Akhirnya dengan serempak Naufal dan Siti memberikan jawaban yang mengejutkan.
“Kami memang sudah lama saling mencintai. Tetapi kami takut untuk berterus terang kepada Ayah!”
Mengejutkan sekaligus melegakan hati Abdullah dan Abdurrahman. Mereka tidak menyadari bahwa kebiasaan mengajak anak-anak mereka saling berkunjung, rupanya telah menumbuhkan benih cinta diantara anak-anak mereka.

Pesta pernikahan Naufal dan Siti pun dilaksanakan dengan sangat meriah dengan biaya dari hasil penjualan bokor emas. Sebenarnya, bukanlah nilai bokor emas itu yang membuat mereka bahagia, akan tetapi kejujuran dan ketulusan merekalah yang menjadikan bokor emas itu membawa berkah untuk mereka dan kedua anaknya.

Iklim - Bukan Aku Tak Cinta

DISANA MENANTI DISINI MENUNGGU

AIR MATA DIHARI PERSANDINGANMU (LESTARI)

Mahligai Mu Dari Airmata Ku - Lestari

nike ardila surat undangan x264

RHIENA"(Cinta Terhalang Jarak Jauh)

RIENA"(Karam Di Laut Tenang)

Kamis, 08 Desember 2011

Puisi Sang Pujangga

Sinar senja begitu merahnya
Seakan langit terluka bersama sang pujangga
Berlumur darah karyanya tertulis
Dalam kertas lusuh yang terakhir
Yang terakhir….
Bersandar di nisannya
Ia terbata mengkhayalkannya
Sinar mata sang putri tidur
Yang kini terbangun
Mengutuk gelapnya petang
Gemetar memandang bayangnya
Kecantikan poros tubuh
Dan indahnya rambut cermin bulan
Betapa mengerikannya…
Keindahan yang mencabut nyawa
Dengan kata bertinta darah
Entah bukan dendam ia tuliskan
Meski luka yang ia dapatkan
Begitu dalam….
Kata terakhir….
Hanya berupa sebaris frasa
Dan siapa pun ngeri membayangkannya
Sebuah frasa menjadi tanya
Pantaskah ini semua
Hanya demi sebuah frasa
Hilang sudah sebuah nyawa
Bukan dongeng sayang
Meski lelap karya ini
Membawamu ke alam mimpi
Tak seindah itu…
Hanya sepi sendiri…..

puisi hati

ku bertanya pada malam
ku bertanya pada bintang
sedang apa kau duhai sayangku
*
di sini angin menyampaikan
salammu salam sayang
salam sejuta cinta dan rindu
sabar sabar sabarlah sayangku
semua ini kan cepat berlalu
sebutlah namaku di setiap nafasmu
ku kan datang kepadamu sayang
panggil panggil aku segenap rasamu
dan rasakan aku membelaimu
pejamkanlah matamu
dan kau tenangkan hatimu
dan kau rasakan aku memelukmu
sabar sabar sabarlah sayangku
semua ini kan cepat berlalu
sebutlah namaku di setiap nafasmu
ku kan datang kepadamu sayang
panggil panggil aku segenap rasamu
dan rasakan aku membelaimu
(sebutlah namaku di setiap nafasmu
ku kan datang kepadamu sayang
panggil panggil aku segenap rasamu
dan rasakan aku membelaimu)
sebutlah namaku di setiap nafasmu
ku kan datang kepadamu sayang
panggil panggil aku segenap rasamu
dan rasakan aku membelaimu


Ibu

tiap kali kaki ini melangkah
menapak sudut-sudut kehidupan sunyi
sayu angin mengalih pandang
pada sebentang kenangan ditanah kelahiran


pada kata-kata yang kusinggahi
ada harapan yang ku capai
berbekal doa dan air mata bunda
kutelan pil derita tanpa rasa


ketika bulan sendri di langit kaca
aku termenung disudut malam
malagu sendu sembari menekuri langkahku
ada ratap sendu
membisu disenja ungu
memutihkan sari sari kerinduan


duh ibu . . .
ketika hatiku memelas
mengombak getir hidupku
ketika warna warni luntur
terinjak-injak dikeramaian pasar
aku teringat pada kasihmu
itulah ibu . . .
bidadari berselendang biang lala
menghijau dihatiku yang gersang . . .




By : nyongkers(Ahmad Thoni)

Rabu, 07 Desember 2011

Angan Suatu Tujuan

melukislah diangan-angan
sumbari dengan satu asa
juga melangkah pasti
yang tak luput dengan kerikil tajam


janganlah sesaat memandang
akibat tuk hari esok
teruslah menggali dan mencari
hingga mengerti
cahaya ada dalam hati


pendaki pun harus menempuh
jalan setinggi gunung yang berbelok-belok
penuh bebatuan dan jurang kenistaan
agar mencapai suatu puncak
jadikanlah diri ibarat lautan
dalam menempuhnya


kibaskan sayapmu
terbang tinggi berkeliling
ke sudut-sudut alam


tapi kuatkan tekad dikalbu
dari tujuan suatu titik temu
bagai benteng pertahanan kokoh
takkan pernah roboh dan goyah
jangan sesaat berangan
akibat tuk hari kemudiaan
tetapkanlah keyakinan
Yang Esa-Lah lebih menahu semua
sungguh .... sungguh mulia




By : nyonkkers 

Seandainya Ini Puisi

kalau memang sejarah
mesti ditulis dengan darah
biarlah darah para durjana saja yang tumpah
sebab kami sudah bosan
jadi korban nafnu serakah

kalau saja cerita
harus ditulis dengan tetesan air mata,
jangan lagi air mata dikuras jadi telaga,
sebab selama empat abad
tangisan kami jadi samudra,

jika memang pengadilan
sudah tak bisa bicara
biarlah keadilan Tuhan yang bersabda,
sebab air mata kami
tak lagi tersisa.

andaikan puisi ini adalah do'a,
aku harap...
ini adalah puisi.


by : nyongkers

Selasa, 06 Desember 2011

Puisi-Puisi

Untuk Orang Tua / Ayah dan Ibu



Ayah dan Ibu sudah menukar seluruh jiwa
semata untuk kebahagian aku
Dan sampai saat ini belum tentu aku bisa
mengganti dengan kebahagian untuk Ayah dan Ibu berdua.
Selamat Beribadah Puasa, Ayah, Ibu
Mohon maaf lahir dan bathin.

Adzan-adzan lari berseruan dari langit-langit rumah Tuhan
Tuntun jari-jari dosaku ke arah-Mu
Kutundukkan congkak kepalaku
Tak layak ku disisi-Mu
Gelimang noda dan dosa balut tubuhku dari semua rasa yang telah mati

Matahari berdzikir, angin bertasbih dan pepohonan memuji keagungan-Mu.
Semua menyambut datangnya Seribu Bulan.
Selamat datang Ramadhan, Selamat beribadah puasa.
Mohon Maaf Lahir dan Bathin

KESEDERHANAAN




Kesederhanaan adalah akhlaq
Kesederhanaan adalah dekat
Kesederhanaan adalah kebijaksanaan
Kesederhanaan adalah penarik simpati
Kesederhanaan itu menawan
Kesederhanaan itu mempesona
Kesederhanaan itu melahirkan cinta
Kesederhanaan itu menumbuhkan kasih sayang
Kesederhanaan adalah solusi
Kesederhanaan itu menyadarkan
Kesederhanaan adalah kekuatan
Kesederhanaan itu mengagumkan
Ya Rabb,
Ajarkanlah hamba kesederhanaan
Kesederhanaan menuju hakikat
Kesederhanaan yang membuahkan persaudaraan
Kesederhanaan yang tulus ikhlas
Kesederhanaan yang tidak mudah koyak
Kesederhanaan yang mengantarkan hamba pada “kesederhanaan” Mu
Kesederhanaan yang membuat hamba melaksanakan kewajiban dan meninggalkan larangan
dan
Kesederhanaan yang Engkau ridhai
Amin

Senin, 05 Desember 2011

soal-soal ujian

LATIHAN SOAL BIOLOGI UNAS SMA 2012

>> TUESDAY, OCTOBER 4, 2011

Biology plays a key role in industrialization and other sectors of the economy. In general, the importance of biology to humanity can be outlined as follows:
(i) The learning of biology helps us to know how to use natural resources more efficiently in industry e.g. in bio-technology, food production, building and textile and paper industries.
(ii) The learning of biology helps us to understand changes in the environment and the factors affecting these changes, in order to know how human needs are influenced.
(iii) The learning of biology is important in helping mankind to find effective ways of preventing, treating and curing diseases and home management techniques e.g. better methods of food preservation, efficient food preparation and care of the family.

(iv) The learning of biology is important in helping the improvement of agricultural yields through scientific research.
There has been public outcry and concern by parents, teachers, educationists in Kenya about poor performance in science subjects and mathematics in national examinations.
But do you know the biology teacher has a role to play in this poor performance?
Biology as a science subject requires an integration of both theoretical and practical work to make it easily understood by the students. The largest proportion of teachers still use the conventional lecture method while teaching biology.
Teacher expectations have a bearing on the attitude and science anxiety levels of the learners particularly when the learners are aware of the level of expectation the teacher has of them.
In relation to the teaching and learning of biology, attitudes begin to develop on the first encounter between the teacher and the learner, once formed they play a key role in determining students' learning and performance in biology.
Authoritarian and impersonal teacher- student interaction in class could be the major factor that contributes to negative attitude of the students towards learning biology. On the other hand, democratic and personal teacher-student interaction in class elicits positive attitude towards learning biology
The teaching approach, methodology and how the professional skills and practices of the teacher are displayed may be dependent on the level of science anxiety the biology teacher has.

Download Latihan Soal Biologi Unas SMA 2012





A teacher who suffers from career dissatisfaction is likely to contribute negatively in terms of performance of the learners in biology; this is because the teacher will have lower self-efficacy and high levels of anxiety. This kind of teacher is likely to develop negative attitude towards the students and his/her interaction with the students will be negative and this may contribute to a negative attitude of the students towards biology with the likelihood of the students developing high levels of anxiety towards the subject.
Therefore, teacher perceptions, teaching methods applied, the type of teacher -pupil classroom interactions, teacher expectations of students in terms of performance and science anxiety levels of the teachers- partly contributed by lack of job dissatisfaction or satisfaction are the key factors that influence performance in biology in Kenyan secondary schools.

welcom