Senin, 23 Juli 2012

10 Pintu Syaithan Dalam Menyesatkan Manusia

Saudaraku, ketahuilah bahwa hati adalah ibarat sebuah benteng. Setan sebagai musuh kita selalu ingin memasuki benteng tersebut. Setan senantiasa ingin memiliki dan menguasai benteng itu. Tidak mungkin benteng tersebut bisa terjaga selain adanya penjagaan yang ketat pada pintu-pintunya.
Pintu-pintu tersebut tidak bisa terjaga kecuali jika seseorang mengetahui pintu-pintu tadi. Setan tidak bisa terusir dari pintu tersebut kecuali jika seseorang mengetahui cara setan memasukinya. Cara setan untuk masuk dan apa saja pintu-pintu tadi adalah sifat seorang hamba dan jumlahnya amatlah banyak. Pada saat ini kami akan menunjukkan pintu-pintu tersebut yang merupakan pintu terbesar yang setan biasa memasukinya. Semoga Allah memberikan kita pemahaman dalam permasalah ini.
Pintu pertama:
Ini adalah pintu terbesar yang akan dimasuki setan yaitu hasad (dengki) dan tamak. Jika seseorang begitu tamak pada sesuatu, ketamakan tersebut akan membutakan, membuat tuli dan menggelapkan cahaya kebenaran, sehingga orang seperti ini tidak lagi mengenal jalan masuknya setan. Begitu pula jika seseorang memiliki sifat hasad, setan akan menghias-hiasi sesuatu seolah-olah menjadi baik sehingga disukai oleh syahwat padahal hal tersebut adalah sesuatu yang mungkar.
Pintu kedua:
Ini juga adalah pintu terbesar yaitu marah. Ketahuilah, marah dapat merusak akal. Jika akal lemah, pada saat ini tentara setan akan melakukan serangan dan mereka akan menertawakan manusia. Jika kondisi kita seperti ini, minta perlindunganlah pada Allah. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
Jika seseorang marah, lalu dia mengatakan: a’udzu billah (aku berlindung pada Allah), maka akan redamlah marahnya.” (As Silsilah Ash Shohihah no. 1376. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shohih)
Pintu ketiga:
Yaitu sangat suka menghias-hiasi tempat tinggal, pakaian dan segala perabot yang ada. Orang seperti ini sungguh akan sangat merugi karena umurnya hanya dihabiskan untuk tujuan ini.
Pintu keempat:
Yaitu kenyang karena telah menyantap banyak makanan. Keadaan seperti ini akan menguatkan syahwat dan melemahkan untuk melakukan ketaatan pada Allah. Kerugian lainnya akan dia dapatkan di akhirat sebagaimana dalam hadits:
Sesungguhnya orang yang lebih sering kenyang di dunia, dialah yang akan sering lapar di hari kiamat nanti.” (HR. Tirmidzi. Dalam As Silsilah Ash Shohihah, Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shohih)
Pintu kelima:
Yaitu tamak pada orang lain. Jika seseorang memiliki sifat seperti ini, maka dia akan berlebih-lebihan memuji orang tersebut padahal orang itu tidak memiliki sifat seperti yang ada pada pujiannya. Akhirnya, dia akan mencari muka di hadapannya, tidak mau memerintahkan orang yang disanjung tadi pada kebajikan dan tidak mau melarangnya dari kemungkaran.
Pinta keenam:
Yaitu sifat selalu tergesa-gesa dan tidak mau bersabar untuk perlahan-lahan. Padahal terdapat sebuah hadits dari Anas, di mana Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
“Sifat perlahan-lahan (sabar) berasal dari Allah. Sedangkan sifat ingin tergesa-gesa itu berasal dari setan.”(Hadits ini diriwayatkan oleh Abu Ya’la dalam musnadnya dan Baihaqi dalam Sunanul Qubro. Syaikh Al Albani dalam Al Jami’ Ash Shoghir mengatakan bahwa hadits ini hasan)
Pintu ketujuh:
Yaitu cinta harta. Sifat seperti ini akan membuat berusaha mencari harta bagaimana pun caranya. Sifat ini akan membuat seseorang menjadi bakhil (kikir), takut miskin dan tidak mau melakukan kewajiban yang berkaitan dengan harta.
Pintu kedelapan:
Yaitu mengajak orang awam supaya ta’ashub (fanatik) pada madzhab atau golongan tertentu, tidak mau beramal selain dari yang diajarkan dalam madzhab atau golongannya.
Pintu kesembilan:
Yaitu mengajak orang awam untuk memikirkan hakekat (kaifiyah) dzat dan sifat Allah yang sulit digapai oleh akal mereka sehingga membuat mereka menjadi ragu dalam masalah paling urgen dalam agama ini yaitu masalah aqidah.
Pintu kesepuluh:
Yaitu selalu berburuk sangka terhadap muslim lainnya. Jika seseorang selalu berburuk sangka (bersu’uzhon) pada muslim lainnya, pasti dia akan selalu merendahkannya dan selalu merasa lebih baik darinya. Seharusnya seorang mukmin selalu mencari udzur dari saudaranya. Berbeda dengan orang munafik yang selalu mencari-cari ‘aib orang lain.
Semoga kita dapat mengetahui pintu-pintu ini dan semoga kita diberi taufik oleh Allah untuk menjauhinya.
RujukanMukhtashor Minhajul Qoshidin, Ibnu Qudamah Al Maqdisiy

Keutamaan Bulan Ramadhan

Allah telah mengistimewakan bulan Ramadhan dengan berbagai keutamaan, diantaranya :
1.    Bulan Ramadhan merupakan bulan Al Qur’an
Pada bulan inilah Allah menurunkan Al Qur’an, tepatnya pada malam Lailatul Qadar. Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman : ‘’ Beberapa hari yang ditentukan itu (ialah) bulan Ramadhan, bulan yang didalamnya diturunkan (permulaan) Al Qur’an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu, dan pembeda (antara yang hak dan yang bathil). Karena itu, barangsiapa di antara kamu hadir (di negeri tempat tinggalnya) di bulan itu, dan barangsiapa sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka (wajiblah baginya bershiyam), sebanyak hari yang ditinggalkannya itu, pada hari-hari yang lain. Allah mengehendaki kemudahan bagimu, dan tidak menghendaki kesukaran bagimu. Dan hendaklah kamu mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu, supaya kamu bersyukur. (QS. Al-Baqarah: 185)
2.    Setan-setan dibelenggu pada bulan Ramadhan
Salah satu keberkahan bulan suci ini adalah dibelenggunya setan-setan durhajana, sehingga mereka tidak bias bebas leluasa memperdayai bani Adam. Rasulullah shallallahu ‘’alaihi wa sallam bersabda : ‘’Di malam pertama bulan Ramadhan dibelenggulah setan-setan dan jin-jin yang durhaka’’
Setan yang dimaksud bisa berarti setan dari kalangan jin dan bisa berarti setan dari kalangan manusia. Bisa kita lihat pada bulan ini para pelaku maksiat seakan terbelenggu dari kemaksiatannya. Tempat-tempat maksiat ditutup dan sarana-sarana kejahatan pun terkunci. Seluruh hamba, mulai dari yang paling jahat sampai yang paling shalih, berbondong-bondong menggapai maghfirah dan kemuliaan bulan ini.
3.    Pintu Jannah dibuka dan pintu Naar ditutup
Pada bulan ini Allah menutup pintu Naar dan membuka pintu Jannah. Sebagai isyarat terbuka luasnya rahmat Allah pada bulan ini bagi para hamba yang kembali kepada-Nya. Rasulullah shallallahu ‘’alaihi wa sallam bersabda : ‘’Dan (pada bulan ini) akan ditutup pintu-pintu Naar dan tak ada satupun yang terbuka. Dan dibuka pintu-pintu Jannah, tidak ada satupun yang ditutup.’’
4.    Ramadhan adalah bulan kesabaran
Pada bulan ini kita dilatih mengasah kesabaran. Rasulullah memerintahkan orang yang mengerjakan shaum agar dapat mengendalikan emosinya. Apabila ada orang yang mengejek atau mengganggunya hendaklah ia mengatakan: ‘’Sesungguhnya aku sedang mengerjakan shaum!’’ Latihan rohani seperti ini akan memunculkan kekuatan batin yang luar biasa di balik jasmaninya yang lemah karena menahan lapar dan dahaga.Bukankah Rasulullah mengatakan bahwa hakikat kekuatan itu adalah dapat mengendalikan diri di saat marah.
5.    Tersebarnya nilai-nilai kebaikan dan tertutupnya pintu-pintu kejahatan
Di bulan suci ini keinginan untuk beramal shalih akan meningkat. Seiring dengan itu, keinginan berbuat jahatpun tertahan. Rasulullah shallallahu ‘’alaihi wa sallam bersabda :’’Dan seorang penyeru akan menyerukan : ‘’Wahai orang-orang baik yang hendak berbuat kebaikan, berlombalah! Wahai orang-orang yang hendak berbuat jahat, tahanlah!’’
6.    Pembebasan dari Api Naar
Setiap malam di bulan Ramadhan Allah membebaskan hamba-hamba yang dikehendaki-Nya dari api Naar. Rasulullah shallallahu ‘’alaihi wa sallam bersabda: ‘’Dan setiap malam di bulan Ramadhan ini Allah membebaskan hamba-hamba-Nya dari Api Naar.’’
Yaa Allah, semoga kami termasuk hamba-hamba-Mu yang dibebaskan dari api Naar di bulan ini!
7.    Do’a yang mustajab di bulan Ramadhan
Di bulan suci Ramadhan, Allah memberikan kesempatan satu do’a yang mustajab bagi setiap muslim. Maka dari itu mari kita perbanyak do’a, khususnya menjelang berbuka. Rasulullah shallallahu ‘’alaihi wa sallam bersabda: ‘’Sesungguhnya Allah membebaskan hamba-hamba-Nya dari api naar setiap hari dan malam di bulan Ramadhan. Dan sesungguhnya setiap muslim memiliki satu do’a yang mustajab di bulan ini.’’
8.    Malam Lailatul Qadar
Di bulan ini terdapat satu malam yang lebih baik daripada seribu bulan, yaitu malam Lailatul Qadar. Allah berfirman : ‘’Sesungguhnya Kami telah menurunkan (Al Qur’an) pada malam Lailatul Qadar. Dan tahukah kamu apakah Lailatul Qadar itu? Lailatul Qadar lebih baik dari seribu bulan. Pada malam itu turun malaikat-malaikat dan malaikat Jibril dengan izin Rabb-nya untuk mengatur segala urusan. Malam itu (penuh) kesejahteraan sampai terbit fajar.’’ (QS. Al-Qadr: 1-5)
Disalin dari buku : ”Renungan Ramadhan” oleh Abu Ihsan Al atsari

Minggu, 22 Juli 2012

Lailatul Qadr (Malam Kemuliaan)

Allah Ta ‘ala berfirman: 


إِنَّا أَنزَلْنَاهُ فِي لَيْلَةِ الْقَدْرِ ﴿١﴾ وَمَا أَدْرَاكَ مَا لَيْلَةُ الْقَدْرِ ﴿٢﴾ لَيْلَةُ الْقَدْرِ خَيْرٌ مِّنْ أَلْفِ شَهْرٍ ﴿٣﴾ تَنَزَّلُ الْمَلَائِكَةُ وَالرُّوحُ فِيهَا بِإِذْنِ رَبِّهِم مِّن كُلِّ أَمْرٍ ﴿٤﴾ سَلَامٌ هِيَ حَتَّىٰ مَطْلَعِ الْفَجْرِ ﴿  ٥  ﴾٥

Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al-Qur’an) saat Lailatul Qadar (malam kemuliaan). Dan tahukah kamu apakah Lailatul Qadar itu? Lailatul qadar itu lebih baik dari seribu bulan. Pada malam itu turun malaikat-malaikat dan malaikat Jibril dengan izin Tuhannya untuk mengatur segala urusan. Malam itu (penuh) kesejahteraan sampai terbit fajar.” (QS. Al-Qadr: 1-5)

Ilustrasi ekspresijiwadarilotus.blogspot.com

Allah SWT memberitahukan bahwa Dia menurunkan Al-Qur’an pada malam Lailatul Qadar, yaitu malam yang penuh keberkahan. Allah Ta’ala berfirman: “Sesungguhnya Kami menurunkannya (Al-Qur’an) pada suatu malam yang diberkahi.” (QS. Ad-Dukhaan: 3). Dan malam itu berada di bulan Ramadhan, sebagaimana firman Allah Ta ‘ala: “Bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan Al-Qur’an.” (QS. Al-Baqarah: 185).

Ibnu Abbas -radhiallahu ‘anhu- berkata:
“Allah menurunkan Al-Qur’anul Karim keseluruhannya secara sekaligus dari Lauh Mahfuzh ke Baitul ‘Izzah (langit pertama) pada malam Lailatul Qadar. Kemudian diturunkan secara berangsur-angsur kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam sesuai dengan konteks berbagai peristiwa selama 23 tahun.”

Malam itu dinamakan Lailatul Qadar karena keagungan nilainya dan keutamaannya di sisi Allah Ta ‘ala. Juga, karena pada saat itu ditentukan ajal, rezki, dan lainnya selama satu tahun, sebagaimana firman Allah: “Pada malam itu dijelaskan segala urusan yang penuh hikmah.” (Ad-Dukhaan: 4). Kemudian, Allah berfirman mengagungkan kedudukan Lailatul Qadar yang Dia khususkan untuk menurunkan Al-Qur’anul Karim: “Dan tahukah kamu apakah Lailatul Qadar itu?” Selanjutnya Allah menjelaskan nilai keutamaan Lailatul Qadar dengan firman-Nya: “Lailatul Qadar itu lebih baik dari pada seribu bulan.”

Beribadah di malam itu dengan ketaatan, shalat, tilawah, dzikir, doa dsb sama dengan beribadah selama seribu bulan di waktu-waktu lain. Seribu bulan sama dengan 83 tahun 4 bulan. Lalu Allah memberitahukan keutamaannya yang lain, juga berkahnya yang melimpah dengan banyaknya malaikat yang turun di malam itu, termasuk Jibril ‘alaihis salam. Mereka turun dengan membawa semua perkara, kebaikan maupun keburukan yang merupakan ketentuan dan takdir Allah. Mereka turun dengan perintah dari Allah. Selanjutnya, Allah menambahkan keutamaan malam tersebut dengan firman-Nya: “Malam itu (penuh) kesejahteraan hingga terbit fajar” (QS. Al-Qadar: 5)

Maksudnya, malam itu adalah malam keselamatan dan kebaikan seluruhnya, tak sedikit pun ada kejelekan di dalamnya, sampai terbit fajar. Di malam itu, para malaikat -termasuk malaikat Jibril mengucapkan salam kepada orang-orang beriman. Dalam satu hadits shahih, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam menyebutkan keutamaan melakukan qiyamul lail di malam tersebut. Beliau bersabda: “Barangsiapa melakukan shalat malam pada saat Lailatul Qadar karena iman dan mengharap pahala Allah, niscaya diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.” (Hadits Muttafaq ‘Alaih)

Tentang waktunya, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Carilah Lailatul Qadar pada (bilangan) ganjil dari sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan.” (HR. Al-Bukhari, Muslim dan lainnya).
Yang dimaksud dengan malam-malam ganjil yaitu malam dua puluh satu, dua puluh tiga, dua puluh lima, dua puluh tujuh, dan malam dua puluh sembilan.

Adapun qiyamul lail di dalamnya yaitu menghidupkan malam tersebut dengan shalat tarawih, shalat tahajjud, membaca Al-Qur’anul Karim, dzikir, doa, istighfar dan taubat kepada Allah Ta ‘ala. Beberapa pelajaran dari surat Al-Qadr:
1. Keutamaan Al-Qur’anul Karim serta ketinggian nilainya, dan bahwa ia diturunkan pada Lailatul Qadar (malam kemuliaan).
2. Keutamaan dan keagungan Lailatul Qadar, dan bahwa ia menyamai seribu bulan yang tidak ada Lailatul Qadar di dalamnya.
3. Anjuran untuk mengisi kesempatan-kesempatan baik seperti malam yang mulia ini dengan berbagai amal shalih.

MENYAMBUT BULAN PENUH BERKAH BULAN SUCI RAMADHAN



Segala puji bagi Allah, Rabb alam semesta. Shalawat dan salam kepada nabi dan rasul yang paling mulia, Muhammad bin ‘Abdillah, serta kepada keluarga dan para sahabatnya. Amma ba’du,
Tulisan ini ditujukan untuk semua muslim yang akan bertemu dengan bulan Ramadhan dalam keadaan sehat wal afiat, agar dapat memanfaatkan bulan tersebut dalam ketaatan pada Allah Ta’ala. Semoga melalui tulisan ini dapat menjadi sarana untuk membangkitkan semangat di dalam jiwa seorang mu’min dalam beribadah kepada Allah di bulan yg mulia ini. Maka penulis memohon kepada Allah Ta’ala agar diberikan taufik dan jalan yang lurus serta menjadikan amal ini ikhlas hanya karena mengharap WajahNya Yang Mulia semata. Dan semoga Allah mencurahkan shalawat atas junjungan kita, Muhammad, dan kepada keluarganya serta seluruh sahabatnya.
Bagaimanakah Seharusnya Kita Menyambut Ramadhan?
Pertanyaan: Apa saja cara-cara yang benar untuk menyambut bulan yang mulia ini?
Seorang muslim seharusnya tidak lalai terhadap momen-momen untuk beribadah, bahkan seharusnya ia termasuk orang yang berlomba-lomba dan bersaing (untuk mendapatkan kebaikan) didalamnya. Allah Ta’ala berfirman,

وَفِي ذَلِكَ فَلْيَتَنَافَسِ الْمُتَنَافِسُونَ )المطففين : 26)
“Dan untuk yang demikian itu hendaknya orang berloma-lomba.” (QS. Al-Muthaffifiin:26)
Maka bersemangatlah wahai saudara-saudara muslim dalam menyambut Ramadhan dengan cara-cara yang benar sebagaimana berikut ini:
1. Berdo’a agar Allah mempertemukan dengan bulan Ramadhan dalam keadaan sehat dan kuat, serta dalam keadaan bersemangat beribadah kepada Allah, seperti ibadah puasa, sholat dan dzikir.
Telah diriwayatkan dari Anas bin Malik radhiyallahu’anhu, bahwa dia berkata, adalah Nabishallallahu ‘alaihi wa sallam apabila memasuki bulan Rajab, beliau berdoa,
اللهم بارك لنا في رجب وشعبان وبلغنا رمضان
“Ya Allah berkahilah kami di bulan Rajab dan Sya’ban serta pertemukanlah kami dengan Ramadhan.” (HR. Ahmad dan Ath-Thabrani)
Catatan: Syaikh Al-Albani rahimahullah mendhaifkan hadits ini dalam kitab Dha’if al-Jaami‘ (4395) dan tidak mengomentarinya dalam kitab Al-Misykaah.
Demikian juga generasi terbaik terdahulu (as-salaf ash-shalih) berdoa agar Allah menyampaikan mereka pada bulan Ramadhan dan menerima amal-amal mereka.
Maka apabila telah tampak hilal bulan Ramadhan, berdoalah pada Allah:
الله أكبر اللهم أهله علينا بالأمن والإيمان والسلامة والإسلام , والتوفيق لما تحب وترضى ربي وربك الله
“Allah Maha Besar, ya Allah terbitkanlah bulan sabit itu untuk kami dengan aman dan dalam keimanan, dengan penuh keselamatan dan dalam keislaman, dengan taufik agar kami melakukan yang disukai dan diridhai oleh Rabbku dan Rabbmu, yaitu Allah.” (HR. At-Tirmidzi dan Ad-Darimi, dishahihkan oleh Ibnu Hayyan)
2. Bersyukur pada Allah dan memuji-Nya atas dipertemukannya dengan bulan Ramadhan.
Imam An-Nawawi rahimahullah berkata dalam kitabnya Al-Adzkaar,
“Ketahuilah, dianjurkan bagi siapa saja yang mendapatkan suatu nikmat atau dihindarkan dari kemurkaan Allah, untuk bersujud syukur kepada Allah Ta’ala, atau memuji Allah (sesuai dengan apa yg telah diberikan-Nya).”
Dan sesungguhnya di antara nikmat yang paling besar dari Allah atas seorang hamba adalah taufiq untuk melaksanakan ketaatan. Selain dipertemukan dengan bulan Ramadhan, nikmat agung lainnya adalah berupa kesehatan yang baik. Maka ini pun menuntut untuk bersyukur dan memuji Allah Sang Pemberi Nikmat lagi Pemberi Keutamaan dengan nikmat tersebut. Segala puji bagi Allah dengan pujian yang banyak dan pantas bagi keagungan Wajah-Nya dan keagungan kekuasaan-Nya.
3. Bergembira dan berbahagia dengan datangnya bulan Ramadhan.
Telah ada contoh dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bahwa beliau dahulu memberi berita gembira pada para sahabatnya dengan kedatangan Ramadhan. Beliau bersabda,
جاءكم شهر رمضان, شهر رمضان شهر مبارك كتب الله عليكم صيامه فيه تفتح أبواب الجنان وتغلق فيه أبواب الجحيم… الحديث
“Telah datang pada kalian bulan Ramadhan, bulan Ramadhan bulan yang diberkahi, Allah telah mewajibkan atas kalian untuk berpuasa didalamnya. Pada bulan itu dibukakan pintu-pintu surga serta ditutup pintu-pintu neraka….” (HR. Ahmad)

bulan suci ramadhan


Bagaimanakah Seharusnya Kita Menyambut Ramadhan?
Pertanyaan: Apa saja cara-cara yang benar untuk menyambut bulan yang mulia ini?
Seorang muslim seharusnya tidak lalai terhadap momen-momen untuk beribadah, bahkan seharusnya ia termasuk orang yang berlomba-lomba dan bersaing (untuk mendapatkan kebaikan) didalamnya. Allah Ta’ala berfirman,
وَفِي ذَلِكَ فَلْيَتَنَافَسِ الْمُتَنَافِسُونَ )المطففين : 26)
“Dan untuk yang demikian itu hendaknya orang berloma-lomba.” (QS. Al-Muthaffifiin:26)
Maka bersemangatlah wahai saudara-saudara muslim dalam menyambut Ramadhan dengan cara-cara yang benar sebagaimana berikut ini:
1. Berdo’a agar Allah mempertemukan dengan bulan Ramadhan dalam keadaan sehat dan kuat, serta dalam keadaan bersemangat beribadah kepada Allah, seperti ibadah puasa, sholat dan dzikir.
Telah diriwayatkan dari Anas bin Malik radhiyallahu’anhu, bahwa dia berkata, adalah Nabishallallahu ‘alaihi wa sallam apabila memasuki bulan Rajab, beliau berdoa,
اللهم بارك لنا في رجب وشعبان وبلغنا رمضان
“Ya Allah berkahilah kami di bulan Rajab dan Sya’ban serta pertemukanlah kami dengan Ramadhan.” (HR. Ahmad dan Ath-Thabrani)
Catatan: Syaikh Al-Albani rahimahullah mendhaifkan hadits ini dalam kitab Dha’if al-Jaami‘ (4395) dan tidak mengomentarinya dalam kitab Al-Misykaah.
Demikian juga generasi terbaik terdahulu (as-salaf ash-shalih) berdoa agar Allah menyampaikan mereka pada bulan Ramadhan dan menerima amal-amal mereka.
Maka apabila telah tampak hilal bulan Ramadhan, berdoalah pada Allah:
الله أكبر اللهم أهله علينا بالأمن والإيمان والسلامة والإسلام , والتوفيق لما تحب وترضى ربي وربك الله
“Allah Maha Besar, ya Allah terbitkanlah bulan sabit itu untuk kami dengan aman dan dalam keimanan, dengan penuh keselamatan dan dalam keislaman, dengan taufik agar kami melakukan yang disukai dan diridhai oleh Rabbku dan Rabbmu, yaitu Allah.” (HR. At-Tirmidzi dan Ad-Darimi, dishahihkan oleh Ibnu Hayyan)
2. Bersyukur pada Allah dan memuji-Nya atas dipertemukannya dengan bulan Ramadhan.
Imam An-Nawawi rahimahullah berkata dalam kitabnya Al-Adzkaar,
“Ketahuilah, dianjurkan bagi siapa saja yang mendapatkan suatu nikmat atau dihindarkan dari kemurkaan Allah, untuk bersujud syukur kepada Allah Ta’ala, atau memuji Allah (sesuai dengan apa yg telah diberikan-Nya).”
Dan sesungguhnya di antara nikmat yang paling besar dari Allah atas seorang hamba adalah taufiq untuk melaksanakan ketaatan. Selain dipertemukan dengan bulan Ramadhan, nikmat agung lainnya adalah berupa kesehatan yang baik. Maka ini pun menuntut untuk bersyukur dan memuji Allah Sang Pemberi Nikmat lagi Pemberi Keutamaan dengan nikmat tersebut. Segala puji bagi Allah dengan pujian yang banyak dan pantas bagi keagungan Wajah-Nya dan keagungan kekuasaan-Nya.
3. Bergembira dan berbahagia dengan datangnya bulan Ramadhan.
Telah ada contoh dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bahwa beliau dahulu memberi berita gembira pada para sahabatnya dengan kedatangan Ramadhan. Beliau bersabda,
جاءكم شهر رمضان, شهر رمضان شهر مبارك كتب الله عليكم صيامه فيه تفتح أبواب الجنان وتغلق فيه أبواب الجحيم… الحديث
“Telah datang pada kalian bulan Ramadhan, bulan Ramadhan bulan yang diberkahi, Allah telah mewajibkan atas kalian untuk berpuasa didalamnya. Pada bulan itu dibukakan pintu-pintu surga serta ditutup pintu-pintu neraka….” (HR. Ahmad)
Dan sungguh demikian pula as-salaf ash-shalih dari kalangan sahabat dan tabi’in, mereka sangat perhatian dengan bulan Ramadhan dan bergembira dengan kedatangannya. Maka kebahagiaan manakah yang lebih agung dibandingkan dengan berita dekatnya bulan Ramadhan, moment untuk melakukan kebaikan serta diturunkannya rahmat?
4. Bertekad serta membuat program agar memperoleh kebaikan yang banyak di bulan Ramadhan.
Kebanyakan dari manusia, bahkan dari kalangan yang berkomitmen untuk agama ini (beragama Islam), membuat program yang sangat serius untuk urusan dunia mereka, akan tetapi sangat sedikit dari mereka yang membuat program sedemikian bagusnya untuk urusan akhirat. Hal ini dikarenakan kurangnya kesadaran terhadap tugas seorang mu’min dalam hidup ini, dan lupa atau bahkan melupakan bahwa seorang muslim memiliki kesempatan yang banyak untuk dekat dengan Allah untuk mendidik jiwanya sehingga ia bisa lebih kokoh dalam ibadah.
Di antara program akhirat adalah program menyibukkan diri di bulan Ramadhan dengan ketaatan dan ibadah. Seharusnya seorang muslim membuat rencana-rencana amal yang akan dikerjakan pada siang dan malam Ramadhan. Dan tulisan yang anda baca ini, membantu anda untuk meraih pahala Ramadhan melalui ketaatan pada-Nya, dengan ijin Allah Ta’ala.
5. Bertekad dengan sungguh-sungguh untuk memperoleh pahala di bulan Ramadhan sertamenyusun waktunya (membuat jadwal) untuk beramal shalih.
Barangsiapa yang menepati janjinya pada Allah maka Allah pun akan menepati janji-Nya serta menolongnya untuk taat dan memudahkan baginya jalan kebaikan. Allah ‘Azza wa Jalla berfirman,
فَلَوْ صَدَقُوا اللَّهَ لَكَانَ خَيْراً لَهُمْ )محمد : 21(
“Maka seandainya mereka benar-benar beriman pada Allah, maka sungguh itu lebih baik bagi mereka.” (QS. Muhammad:21)
6. Berbekal ilmu dan pemahaman terhadap hukum-hukum di bulan Ramadhan.
Wajib atas seorang yang beriman untuk beribadah kepada Allah dilandasi dengan ilmu, dan tidak ada alasan untuk tidak mengetahui kewajiban-kewajiban yang diwajibkan Allah atas hamba-hamba-Nya. Di antara kewajiban itu adalah puasa di bulan Ramadhan. Sudah sepantasnya bagi seorang muslim belajar untuk mengetahui perkara-perkara puasa serta hukum-hukumnya sebelum ia melaksanakannya (sebelum datang bulan Ramadhan), agar puasanya sah dan diterima Allah Ta’ala.
فَاسْأَلوا أَهْلَ الذِّكْرِ إِنْ كُنْتُمْ لا تَعْلَمُونَ) الأنبياء :7(
“Maka bertanyalah pada orang-orang yang berilmu jika kalian tidak mengetahui.” (QS. Al-Anbiya’:7)
7. Wajib pula bertekad untuk meninggalkan dosa-dosa dan kejelekan, serta bertaubat dengan sungguh-sungguh dari seluruh dosa, berhenti melakukannya serta tidak mengulanginya lagi.
Karena bulan Ramadhan adalah bulan taubat. Barangsiapa yang tidak bertaubat di dalamnya, maka kapankah lagi ia akan bertaubat? Allah Ta’ala berfirman,
وَتُوبُوا إِلَى اللَّهِ جَمِيعاً أَيُّهَا الْمُؤْمِنُونَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ ) النور : 31(
“Dan bertaubatlah kalian semua kepada Allah, wahai orang-orang yang beriman, agar kalian beruntung.” (QS. An-Nur: 31)
8. Mempersiapkan jasmani dan rohani dengan membaca dan menelaah buku-buku serta tulisan-tulisan, serta mendengarkan ceramah-ceramah islamiyah yang menjelaskan tentang puasa dan hukum-hukumnya, agar jiwa siap untuk melaksanakan ketaatan di bulan Ramadhan.
Demikian pulalah Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mempersiapkan jiwa-jiwa para sahabat untuk memanfaatkan bulan ini. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam sempat bersabda pada akhir bulan Sya’ban,
جاءكم شهر رمضان … إلخ الحديث
“Telah datang pada kalian bulan Ramadhan…(sampai akhir hadits).” (HR. Ahmad dan An-Nasa’i).[1]
9. Mempersiapkan dengan baik untuk berdakwah kepada Allah Ta’ala di bulan Ramadhan, melalui:
Menghadiri pertemuan-pertemuan serta bimbingan-bimbingan dan menyimaknya dengan baik agar dapat disampaikan di masjid di daerah tempat tinggal.
Menyebarkan buku-buku kecil, tulisan-tulisan serta nasehat-nasehat tentang hukum yang berkaitan dengan Ramadhan kepada orang-orang yang shalat serta masyarakat sekitar.
Menyiapkan “hadiah Ramadhan” sesuai dengan kemampuan yang dimiliki. Hadiah tersebut dapat berupa paket yang didalamnya terdapat kaset-kaset dan buku kecil, yang kemudian pada paket tersebut dituliskan “hadiah Ramadhan”.
Memuliakan fakir dan miskin dengan memberi sedekah serta zakat untuk mereka.
10.Menyambut Ramadhan dengan membuka lembaran putih yang baru, yang akan diisi dengan:
Taubat sebenar-benarnya kepada Allah Ta’ala.
Ta’at pada perintah Rasul shallallahu ‘alaihi wa sallam serta meninggalkan apa yang dilarangnya.
Berbuat baik kepada kedua orang tua, kerabat, saudara, istri atau suami serta anak-anak.
Berbuat baik kepada masyarakat sekitar agar menjadi hamba yang shalih serta bermanfaat. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
أفضل الناس أنفعهم للناس
“Seutama-utama manuia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia lainnya.”[2]
Demikianlah seharusnya seorang muslim menyambut Ramadhan, seperti tanah kering yang menyambut hujan, seperti si sakit yang membutuhkan dokter untuk mengobatinya dan seperti seseorang yang menanti kekasihnya.
“Ya Allah pertemukanlah kami dengan bulan Ramadhan dan terimalah amalan kami sesungguhnya Engkau Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.”
jhon tralala(m.noer ridho)

INTIP ABG MANDI DI SUNGAI

CINYA TAK DIRESTUI



Terkadang apa yang kita inginkan dalam urusan asmara tidak ada kesesuaian dengan lingkungan atau tidak adanya dukungan dari orang-orang sekitar kita, bagaimana menyelesaikannya? Artikel ini bukan memberikan cara untuk menanggulangi masalah '' CINTA TAK DIRESTUI'', tapi bagaimana kita menyikapi hal tersebut.

Masalah ini memang sudah banyak diperbincangkan dan di alamai oleh banyak orang. hal yang lumrah jika keluarga menginginkan yang terbaik buat kita / orang tua terhadap anak2nya.

Hal - hal apa saja yang menyebabkan suatu hubungan sampai tidak mendapat restu? nah. banyak orang bercerita masalah tersebuat berhubungan dengan Keluarga, soal harta, status sosial itu sudah biasa.
tapi kalo masalahnya adalah sifat perilaku, umur yang terlampau jauh, pengangguran yang tidak bisa menjamin hidup layak, yha jelas sekali, kebanyakan orang tua hanya berfikiran tuk masa depan anaknnya kelak, hidup layak atau tidak ?

Ketakutan tersebut bisa saja karena si orang tua tak mau kena imbasnya, mau tak mau ngurus masa depan anaknya jika kelak telah memilih pasangan hidupnya. akan tetapi beberapa saja orang tua yang bisa menerima pasangan anaknya walaupun si calon menantunya itu cuma pekerja kecil atau cuma bisa ngurus keperluan dapur, atau hanya sekedar pintar masak.

ada juga orang tua yang menargetkan anaknya harus mendapatkan calon suami / istri harus yang udah PNS ? WHY? hidup pegawai memang menjamin, tapi apakah bisa menjamin KEBAHAGIAAN? tentu tidak !!

Kebahagian lahir batin pun harus didapatkan. walaupun hidup berkecukupan tapi tak bahagia, tiada guna juga khan? nah sob...jika anda terpengaruh dengan tujuan orang tua mu yang doyan ngincar anak pegawai atau orang yang sudah kerja...hati-hati aja...kamu sebagai anak bisa-bisa dibilang MATRE.....

Bagaimana dengan anda? apakah sudah menentukan jalan terbaik anda dengan pasangan anda? tentukan lah sekarang... jika orang tua anda tak merestui hubungan kalian berilah mereka pengertian...

Ada juga masalah berbeda keyakinan, hal ini memang tak bisa dibahas dengan panjang lebar, karena saya juga tak ingin punya pasangan yang berbeda keyakinan dengan saya. so...karena keyakinan pada yang satu adalah tujuan kita membina rumah tangga dalam sebuah hubungan dan perkawinan, sampai punya anak cucu bahkan sampai kita tak ada lagi di dunia ini....

Jika keyakinan kita sama pada satu tuhan, maka enak banget saya bilang, karena kita bisa saling mendoakan dengan tujuan dan meminta pada yang sama yaitu DIA (Allah Maha Pengampun dan Maha Penyayang)
Moga Bermanfaat :)

Minggu, 15 April 2012

KESETIAAN YANG SIA-SIA

mengeluh menahan nafas mencoba kuatkan kesetiaan
yang terbentur gelombang datang menyerang
dinding keyakinan yang selama ini terbangun
dari batubata tanah liat sendiri

hikmah tertangkap samar segala kemungkinan
di arus jaman bukan perkara mudah menjaga kesetiaan
sisasisa kesetiaan kucoba pertahankan
dari kesiasiaan yang sudah kurasa

keni aku kembali mencoba bangkit lagi
dari kesetiaan yang sia-sia kupertahankan selama ini
aku tak mau terpuruk hanya karena mimpi
mempertahankan kesetiaan yang tiada arti

pandang ke depan harapan membentang
dari sisasisa kesetiaan yang masih tersandang
akan kubuktikan masih mampu melawan
segala keangkuhan yang menghadang

SAAT MERASA KESETIAAN ITU SIA-SIA

Cinta terkadang membuat kita bahagia, membuat kita semangat, membuat kita merasa dibutuhkan, namun cinta juga bisa membuat kita sedih, gundah dan menangis bahkan gelap mata.. (jangan sampai ya)
Malam ini kebetulan cinta membuat saya ga bisa tidur, karena suatu ketidaksengajaan yang buat saya sedih.  
Banyak kata yang ga bisa diunggkapkan saat seperti ini, ingin nangis rasanya tapi tak ada gunanya kalau kebanyakan, ingin diselesaikan sekarang tapi udah tengah malam, ditelp pasti ga diangkat, sms aj ga dibalas.
Huh...  
Mungkin ini sudah yang terbaik, memang sudah jalannya kali ya.. (tapi saat ini 'ngerasa ga kuat bgt  )
Yang terpenting yang terbaik yang bisa untuk dilakukan sudah dilakukan, janji tidak ada yang tidak ditepati, makna dari kesetiaan itu selalu dipegang teguh dan tidak ada niat untuk berpaling dan mencoba berbagi rasa dengan orang lain. 
Saat ini merasa semua itu sia-sia, coba kalau kesetiaan itu tidak dipegang, atau ada fair dengan siapapun mungkin sakitnya bukan seperti ini.
Tapi percayalah kebaikan itu tidak akan berlalu dengan sia-sia, yang menabur kebaikan pasti memetik hasilnya. (itu pasti)
Cuma bisa berdoa buat saat ini, disela hati yang lagi ga menentu ini mencoba mencari kata-kata yang bisa menguatkan, membangun rasa percaya diri lagi. Kemana lagi harus mengadu dan bercerita tentang semua ini selain memanggil DIA yang mengenal hatiku lebih dari siapapun. Bercerita kepadaNYA, tentang apa yang ada dalam hatiku saat ini, DIA pasti mendengar meski belum merespon secara langsung. Mungkin DIA beri jawab lewat hal-hal yang akan terjadi besok, hmm... semoga tetap bisa peka terhadap petunjukNYA.
Mohon kekuatan dan keikhlasan agar tetap kuat menjalani semua ini,
AMIN.

Selasa, 03 April 2012

Doa ketika Angin kencang



Akhir-akhir ini, saya merasakan terpaan angin semakin kencang, terkadang di iringi hujan, maka hendaknya kita berdo'a sebagaimana yang diajarkan oleh Rasulullah shalallahu 'alahi wasallam...


اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ خَيْرَهَا وَخَيْرَ مَا فِيْهَا وَخَيْرَ مَا أُرْسِلَتْ بِهِ
وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ شَرِّهَا وَشَرِّ مَا فِيْهَا وَشَرِّ مَا أُرْسِلَتْ بِهِ

”Allahumma innii as’aluka khairaha  wa khaira maa fiihaa wa khaira maa ursilat  bihi wa ’udzu bika min syarriha wa syarri maa fiihaa wa syarri maa ursilat bihi”

“Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepada-Mu kebaikan angin ini, dan kebaikan yang ada padanya, dan kebaikan apa yang dibawanya. Dan aku berlindung kepada-Mu dari kejelekannya, dan kejelekan yang ada padanya, dan kejelekan apa yang dibawanya.” (HR. Muslim no. 2082)

 inilah do'a yang disunnahkan ketika merasakan angin yang bertiup kencang, Jangan sampai ketika merasakan demikian kita malah mencela angin, Rasulullah shalallahu 'alahi wassalam melarang dari hal tersebut, sebagaimana dalam hadis

Dari Abul Mundzir Ubay bin ka’b Al Anshari radhiyallahu ‘anhu, berkata; Rasulullah Shallallahu ‘alaihi Wasallam bersabda (artinya) : “Janganlah kalian mencela angin! Bila kalian melihat sesuatu yang kalian benci (dari angin itu) maka ucapkanlah :
”Allahumma innaa nas’aluka min khairi hadzihir riih wa khairi maa fiihaa wa khairi maa umirat bihi wa na’udzu bika min syarri hadzihir riih wa syarri maa fiihaa wa syarri maa umirat bihi” (Ya Allah, sesungguhnya kami memohon kepada-Mu kebaikan dari angin ini, kebaikan  yang ada padanya dan kebaikan  yang angin ini diperintah untuk bertiup kepadanya. Dan kami berlindung kepada-Mu dari kejelekan angin ini, kejelekan yang ada padanya dan kejelekan yang angin ini diperintah untuk bertiup kepadanya)”
[H.R At Tirmidzi yang dishahihkan asy-Syaikh Al Albani dan asy-Syaikh Muqbil rahimahumallah]
larangan disini adalah Haram bukan makruh, jadi mencela angin hukumnya haram.
selain do'a diatas ada lagi do'a ketika angin bertiup kencang yang ringkas
Dari Salamah bin ‘Amr bin Al Akwa’ radhiyallahu ‘anhu, berkata:
“Nabi Shallallahu ‘alaihi Wasallam apabila angin bertiup kencang, beliau berdoa:
“Allahumma Laqihan Laa ‘aqiima”
(Ya Allah, datangkanlah angin ini dengan membawa air bukan angin  tanpa membawa air)” [Al Adabul Mufrad yang dishahihkan asy-Syaikh Al Albani dan asy-Syaikh Muqbil].

Mars TKA/TPA

1. AMAL APA( Lagu : Sedang apa )

Amal apa. Amal apa,
yang disukai Allah
Bersholatlah, bersholatlah, tepat pada waktunya
Apa lagi, apa lagi, yang disukai Allah
Berbaktilah, berbaktilah pada ibu dan ayah
Apa lagi, apa lagi yang disukai Allah
Sholawatlah, sholawatlah pada Nabi Muhammad
Apa lagi, apa lagi yang disukai Allah
Berjuanglah, berjuanglah, berjuang di jalan Allah

2. MARI-MARILAH SHOLAT( Lagu : Naik-naik ke puncak )
Sayang-sayang adikku sayang
Mari-marilah sholat
Satu hari lima kali sujud pada Illahi
Satu hari lima kali sujud pada Illahi
Mari-mari, marilah sholat
Lima kali sehari
Subuh Dhuhur Asar Maghrib
Isya’ kembali ke Shubuh lagi
Subuh Dhuhur Asar Maghrib
Isya’ kembali ke Shubuh lagi

3. IKRAR KITA(Lagu : Bintang Kecil )
Tuhan kita, Allahu Ar Rohim
Nabi kita, Muhammad Al Amin
Kitab kita, Al Qur’anul Karim
Teman kita, sesama muslimin

4. SANTRI KECIL(Lagu : Bintang Kecil )

Santri kecil di masjid yang indah
Bawa Qur’an dan bawa sajadah
Rajin ngaji dan rajin ngibadah
Pakai peci dan busana muslimah
Santri kecil TPA MTA
Bawa Qiro’aty dan AL Qur’an
Rajin sholat dan rajin mengaji
Sayang kawan tak suka bermusuhan

5. AGAMAKU ISLAM( Lagu : Topi saya bundar )
Agamaku Islam, Islam agamaku
Kalau bukan Islam, bukan agamaku
Tuhan saya Allah, Allah Tuhan saya
Kalau bukan Allah, bukan Tuhan saya
Tuhan saya satu, satu Tuhan saya
Kalau tidak satu, bukan Tuhan saya

Selasa, 07 Februari 2012

Jika Allah SWT Menarik Perhatian Kita

Dikisahkan, seorang mandor bangunan yang sedang bekerja di sebuah gedung bertingkat, suatu ketika ia ingin menyampaikan pesan penting kepada tukang yang sedang bekerja di lantai bawahnya. Mandor ini berteriak-teriak memanggil seorang tukang bangunan yang sedang bekerja di lantai bawahnya, agar mau mendongak ke atas sehingga ia dapat menjatuhkan catatan pesan. Karena suara mesin-mesin dan pekerjaan yang bising, tukang yang sedang bekerja di lantai bawahnya tidak dapat mendengar panggilan dari sang Mandor. Meskipun sudah berusaha berteriak lebih keras lagi, usaha sang mandor tetaplah sia-sia saja.

Akhirnya untuk menarik perhatian, mandor ini mempunyai ide melemparkan koin uang logam yang ada di kantong celananya ke depan seorang tukang yang sedang bekerja di lantai bawahnya. Tukang yang bekerja dibawahnya begitu melihat koin uang di depannya, berhenti bekerja sejenak kemudian mengambil uang logam itu, lalu melanjutkan pekerjaannya kembali. Beberapa kali mandor itu mencoba melemparkan uang logam, tetapi tetap tidak berhasil membuat pekerja yang ada di bawahnya untuk mau mendongak keatas.

Tiba-tiba mandor itu mendapatkan ide lain, ia kemudian mengambil batu kecil yang ada di depannya dan melemparkannya tepat mengenai seorang pekerja yang ada dibawahnya. Karena merasa sakit kejatuhan batu, pekerja itu mendongak ke atas mencari siapa yang melempar batu itu. Kini sang mandor dapat menyampaikan pesan penting dengan menjatuhkan catatan pesan dan diterima oleh pekerja dilantai bawahnya.

Sahabat yang baik, untuk menarik perhatian kita manusia sebagai hambaNya, Allah seringkali menggunakan cara-cara yang menyenangkan, maupun kadangkala dengan pengalaman-pengalam an yang menyakitkan. Allah seringkali menjatuhkan “koin uang” atau memberikan kemudahan rejeki yang berlimpah kepada kita manusia, agar mau mendongak keatas, mengingatNya, menyembah-Nya, mengakui kebesaran-Nya dan lebih banyak bersyukur atas rahmat-Nya. Tuhan seringkali memberikan begitu banyak berkat, rahmat dan kenikmatan setiap harinya kepada kita manusia, agar kita mau menengadah kepada-Nya dan bersyukur atas karunia-Nya. Namun, sayangnya seringkali hal itu tidak cukup membuat kita manusia untuk mau mendongak keatas, mengingat kebesaran-Nya, menengadah kepada-Nya, mengagungkan nama-Nya dan bersyukur atas rahmat-Nya.

Karena itu, kadang-kadang Tuhan menggunakan pengalaman-pengalam an menyakitkan, seperti musibah, kegagalan, rasa sakit, kelaparan dan berbagai pengalaman menyakitkan lainnya untuk menarik perhatian manusia agar mau mendongak keatas. Menarik perhatian untuk mau menengadah kepada-Nya, menyembah kepada-Nya, mengakui kebesaran-Nya dan bersyukur atas rahmat-Nya. Dengan demikian, pengalaman-pengalam an menyakitkan yang kadang kala diterima manusia, hendaknya diterima sebagai peringatan dari Tuhan untuk menarik perhatian kita. Hendaknya hal itu membuat kita semakin mempererat hubungan dengan Allah atau “habl min Allah.” Hendaknya hal itu mengajarkan kita untuk mengakui kebesaran dan kekuasaan Allah, dan menyadarkan kita adalah makhluk-Nya yang sangat lemah dan tidak berdaya.

Sahabat yang baik, sudah begitu banyaknya rahmat dan berkah Allah senantiasa mengalir setiap detiknya kepada kita semua manusia. Seperti memiliki pekerjaan yang baik, memiliki kesehatan yang kita rasakan, kelengkapan panca indra yang menopang kehidupan kita, mendapatkan rejeki yang kita nikmati setiap hari, keluarga yang bahagia yang kita miliki dan lain sebagainya.

Semua itu sesungguhnya adalah rahmat dan berkah dari Allah SWT yang tak ternilai harganya. Kini apakah Anda akan segera menengadahkan wajah kepada-Nya, ataukah menunggu Allah menjatuhkan “batu” kepada kita?

Berpuasa dengan cinta

Fungsi bendungan bukan sekedar sebagai penahan air sungai, melainkan sebagai penyimpan dan kemudian menyalurkan pada beberapa irigasi di berbagai lahan pertanian disamping itu juga bendungan berfungsi sebagai motor penggerak yang digunakan untuk pembangkit tenaga listrik seperti yang terdapat pada waduk jatiluhur. Begitupun dengan puasa bukanlah sarana untuk menahan hawa nafsu, karena sebuah tahanan mempunyai masa berlaku dan selama menahan maka akan terjadi proses akumulasi jumlah tahanan.

Seseorang yang menahan rasa lapar pada saat puasa akan mengalami lonjakan ketika berbuka. Sebenarnya yang kita butuhkan adalah pengendalian dan bukan penahanan dan puncak pengendalian ada pada saat berbuka sebagai contoh ketika hendak berbuka maka akan muncul berbagai keinginan untuk menyediakan menu berbuka maka mengendalikan segala keinginan tersebut dan berbuka dengan menu alakadarnya misalnya dengan hanya dua butir kurma dan air putih hangat adalah puncak sebuah pengendalian dalam berpuasa lapar pada hari itu ( pembahasan belum masuk pada nafsu lain )

Kita masih ingat kalau orang dulu sering berkata ” jangan bengong loh nanti kesambet ” , artinya kita dilarang berfikiran kosong atau melamun karena hal itu mengundang hawa negatif ke dalam tubuh. Mengosongkan fikiran dari hal-hal membangkitkan hawa nafsu tidak akan bisa bertahan lama dan untuk itu di butuhkan dorongan dari dalam yang ketika mata kita atau telinga kita atau mulut kita tidak bisa menahan maka sesuatu dari dalam akan datang untuk membendung, dan sesuatu itu bernama Dzikrullah

Berkali-kali Allah menegaskan bahwa kita tidak akan sanggup membersihkan hati (QS 4:49 ) disusul dengan (QS 24:21) tetapi Allah lah yang akan membantu membersihkan hati kita dan hal itu sulit terjadi jika kita jarang mengangungkan asmaNya (dzikir). Sehebat apapun usaha kita dalam menjaga hati tidak akan bisa menahan badai godaan yang datang dari luar. Setinggi apapun ilmu kita tidak akan sanggup menahan realitas tuntutan hidup yang terus merongrong karena jika kita perhatikan para koruptor adalah orang-orang berilmu dan juga banyak para pemimpin yang haus kekuasaan adalah ahli-ahli agama.

Kita tidak bisa menampik pahala yang dijanjikan oleh Allah terhadap apapun ibadah yang kita lakukan, namun beribadah hanya karena pahala terlalu naif tanpa cinta kepada sang Pemberi pahala. Satu-satunya yang bisa mengalahkan materi adalah cinta, bisa kita saksikan pengorbanan seorang ibu kepada anaknya, bisa kita dengar banyak yang rela mati demi yang dicintainya bahkan kata-kata melangkolis ” gunung kan kudaki lautan kusebrangi demi cintaku padamu” menunjukan kehebatan sebuah cinta, dan ada juga yang mengatakan bahwa cinta itu buta yang tidak memandang materi.

Jika pahala dan dosa adalah sebuah materi yang tidak berwujud maka jelaslah dia selalu terkalahkan dengan materi yang berwujud apalagi jika materi tersebut diiringi dengan keluhan istri, tangisan anak, bujukan atasan , sanjungan bawahan , maka segala cerita bisa berubah seketika, lalu apa yang bisa mengalahkannya? tidak lain adalah cinta dan dengan hanya mengaharap cinta Allah (ridho Allah).untuk itu mari kita memulai niat untuk beribadah “Innas sholati wa nusuki wamahyaya wamamati lillahi rabbil ‘alamin”

Di Syurga bersama Rasulullah

Ada seorang sahabat dari kaum Anshar, orangnya ceria, ke mana Rasulullah SAW pergi beliau mendampingi, karena keceriannya banyak orang yang menyenangi beliau. Tetapi pada suatu hari, beliau Nampak murung dan bersedih, hingga Rasulullah SAW menegur beliau : ‘wahai sahabatku, kenapa engkau Nampak sedih ?’ ‘Apa yang engkau pikirkan ?’. Sambil menangis sang sahabat menjawab: ‘Ya rasulullah aku sesungguhnya sekarang ini sangat bahagia, karena ke mana engkau pergi aku selalu berada di dekatmu, yang membuatku sedih, aku memikirkan nanti di akhirat Ya Rasulullah. Aku belum tentu masuk syurga, seandainya aku masuk syurga tentu tempat berbeda dengan tempatmu’.

Rasulullah SAW tidak menjawab, terdiam, karena beliau tahu syurga dan neraka bukanlah wewenangnya….Allah SWT menjawab dengan menurunkan Surah An Nisa ayat 69:
“Dan barang siapa yang menaati Allah dan Rasul (Nya), mereka itu akan bersama-sama dengan orang-orang yang dianugerahi nikmat oleh Allah, yaitu: Nabi-nabi, para shiddiiqiin, orang-orang yang mati syahid dan orang-orang saleh. Dan mereka itulah teman yang sebaik-baiknya (4: 69)”.

Mendengar ayat ini sang sahabat pun tersenyum, mukanya kembali ceria……

8 Tips Sambut Ramadhan

Ramadhan yang penuh kelimpahan kebaikan dan keutamaan, akan dapat dirasakan dan diraih ketika ilmu tentang Ramadhan dipahami dengan baik.

Bayangkan, para generasi awal Islam sangat merindukan bertemu dengan bulan suci ini. Mereka berdo’a selama enam bulan sebelum kedatangannya agar mereka dipanjangkan umurnya sehingga bertemu dengan Ramadhan. Saat Ramadhan tiba, mereka sungguh-sungguh meraih kebaikan dan keuataman Ramadhan. Dan ketika mereka berpisah dengan Ramadhan, mereka berdo’a selama enam bulan setelahnya, agar kesungguhannya diterima Allah swt. Kerinduan itu ada pada diri mereka, karena mereka sadar dan paham betul keutamaan dan keistimewaan Ramadhan.

Bagaimana menyambut bulan Ramadhan? Berikut kami hadirkan “8 Tips Sambut Ramadhan” :

1. Berdoa agar Allah swt. memberikan umur panjang kepada kita sehingga kita berjumpa dengan bulan Ramadhan dalam keadaan sehat. Dengan keadaan sehat, kita bisa melaksanakan ibadah secara maksimal: Puasa, shalat, tilawah, dan dzikir. Dari Anas bin Malik r.a. berkata, bahwa Rasulullah saw. apabila masuk bulan Rajab selalu berdoa, ”Allahuma bariklana fii rajab wa sya’ban, wa balighna ramadan. Ya Allah, berkahilah kami pada bulan Rajab dan Sya’ban, dan sampaikan kami ke bulan Ramadan.” (HR. Ahmad dan Tabrani)

2. Pujilah Allah swt. karena Ramadhan telah diberikan kembali kepada kita. Imam An Nawawi dalam kitab Adzkar-nya berkata: ”Dianjurkan bagi setiap orang yang mendapatkan kebaikan dan diangkat dari dirinya keburukan untuk bersujud kepada Allah sebagai tanda syukur; dan memuji Allah dengan pujian yang sesuai dengan keagungannya.” Dan di antara nikmat terbesar yang diberikan Allah swt. kepada seorang hamba adalah ketika dia diberikan kemampuan untuk melakukan ibadah dan ketaatan.

3. Bergembira dengan datangannya bulan Ramadhan. Rasulullah saw. selalu memberikan kabar gembira kepada para sahabatnya setiap kali datang bulan Ramadhan: “Telah datang kepada kalian bulan Ramadhan, bulan yang penuh berkah. Allah telah mewajibkan kepada kalian untuk berpuasa. Pada bulan itu Allah membuka pintu-pintu surga dan menutup pintu-pintu neraka.” (HR. Ahmad).

4. Rencanakan agenda kegiatan harian untuk mendapatkan manfaat sebesar mungkin dari bulan Ramadhan. Ramadhan sangat singkat, karena itu, isi setiap detiknya dengan amalan yang berharga, yang bisa membersihkan diri, dan mendekatkan diri kepada Allah swt.

5. Kuatkan azam, bulatkan tekad untuk mengisi waktu-waktu Ramadhan dengan ketaatan. Barangsiapa jujur kepada Allah swt., maka Allah swt. akan membantunya dalam melaksanakan agenda-agendanya dan memudahnya melaksanakan aktifitas-aktifitas kebaikan. “Tetapi jikalau mereka benar terhadap Allah, niscaya yang demikian itu lebih baik bagi mereka.” Muhamad:21.

6. Pahami fiqh Ramadhan. Setiap mukmin wajib hukumnya beribadah dengan dilandasi ilmu. Kita wajib mengetahui ilmu dan hukum berpuasa sebelum Ramadhan datang agar amaliyah Ramadhan kita benar dan diterima oleh Allah swt. “Tanyakanlah kepada orang-orang yang berilmu, jika kamu tiada mengetahu.” Al-Anbiyaa’ ayat 7.

7. Kondisikan qalbu dan ruhiyah kita dengan bacaan yang mendukung proses tadzkiyatun-nafs –pemberishan jiwa-. Hadiri majelis ilmu yang membahas tentang keutamaan, hukum, dan hikmah puasa. Sehingga secara mental, dan jiwa kita siap untuk melaksanakan ketaatan kepada Allah swt. di bulan Ramadhan.

8. Tinggalkan dosa dan maksiat. Isi Ramadhan dengan membuka lembaran baru yang bersih. Lembaran baru kepada Allah, dengan taubat yang sebenarnya taubatan nashuha. “Dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah, hai orang-orang yang beriman, supaya kamu beruntung.” An-Nur:31. Lembaran baru kep`da Muhammad saw., dengan menjalankan sunnah-sunnahnya dan melanjutkan risalah dakwahnya. Kepada orang tua, istri-anak, dan karib kerabat, dengan mempererat hubungan silaturrahim. Kepada masyarakat, dengan menjadi orang yang paling bermanfaat bagi mereka. Sebab, “Manusia yang paling baik adalah yang paling bermanfaat bagi orang lain.”

Semoga Allah swt. memanjangkan umur kita sehingga berjumpa dengan Ramadhan. Dan selamat meraih kebaikan-kebaikannya. Amin ya Rabbana. Allahu a’lam. (dakwatuna)

welcom